Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjab Barat

Tekan Angka Stunting di Tanjung Jabung Barat, Bupati Buka Program Rembuk Stunting

Anwar Sadat berharap melalui program ini pemerintah akan intervensi individu-individu yang memang masuk kategori miskin ekstrim

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rahimin
tribunjambi/ade setyawati
Foto bersama dalam program rembuk stunting yang diikuti 125 peserta yang terdiri dari 14 OPD, 13 kecamatan, 82 desa lokus, 16 puskesmas serta panitia 

TRIBUNJAMBI.COM KUALATUNGKAL - Dalam rangka menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat membuka program rembuk stunting tingkat kecamatan.

Rembuk stunting ini mengusung tema percepatan penurunan stunting melalui optimalisasi pemanfaatan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem P3KE.

Pembukaan rembuk stunting digelar di balai pertemuan kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Kamis (17/11/2022).

Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat yang membuka rembuk stunting itu mengatakan, pemkab terus berupaya semaksimal mungkin menekan angka stunting

"Hari ini kita meresmikan program rembuk stunting, di mana ini merupakan upaya kita untuk pencegahan dan penurunan angka stunting di Tanjung Jabung Barat," ujarnya.

"Rembuk stunting ini akan dilaksakan antar kecamatan, dimana saat ini angka stunting di tanjabbar ialah 19,8 persen. Di mana, secara nasional harus 14 persen dan masih ada 5 persen lagi yang harus kita turunkan," sambungnya.

Anwar Sadat bilang, dalam menurunkan angka stunting sebelumnya Tanjabbar sangat baik bahkan sempat mendapatkan penghargaan. Makanya, bupati sangat optimis dalam upaya kali ini.

Menurutnya, banyak faktor yang dapat mempengaruhi angka stunting naik. Diantaranya dampak covid-19, inflasi, resesi ekonomi secara global juga dapat mempengaruhi.

"Hal-hal tersebut dapat membuat tekanan ekonomi yang juga berdampak pada peningkatan angka stunting dan kita mencoba mengantisipasi lewat rembuk stunting, dan seluruh program-program pemerintah lainnya dapat kita upayakan untuk penurunan angka stunting ini," lanjutnya.

Dalam program rembuk stunting, pemerintah mengupayakan berbagai hal dan semaksimal mungkin.

Seperti, dari dinas kesehatan memberikan asupan gizi yang cukup, makanan sehat, vaksin ibu hamil dan Ibu menyusui, pemeriksaan kesehatan dinas KB secara rutin menimbang anak dan memeriksakan kehamilan dan ibu melahirkan.

"Tidak hanya dari dinas kesehatan, dari dinas pendidikan juga akan ada pelatihan pola asuh anak," katanya.

Anwar Sadat berharap melalui program ini pemerintah akan intervensi individu-individu yang memang masuk kategori miskin ekstrim.

"Miskin ekstrim ada 3 macam yang paling parah itu ada miskin ekstrem 1. Seperti di kelurahan ada berapa ratus orang nanti kita data perkeluarga. Kalau di sana tidak ada jamban sehat nanti kita berikan program jamban sehat melalui program 1000 jamban sehat dengan CSR," ujarnya.

"Atau mungkin di keluarga itu ada balita stunting maka melalu dinas kesehatan akan kita intervensi gizi. Atau di rumah ada yang tidak memiliki pekerjaan bisa kita masukkan pelatihan di BLK. Atau mungkin ada penghuni rumah di daerah tersebut yang memiliki ide tetapi tidak ada bantuan modal usaha maka bisa kita berikan di program awal tahun 2023 dimana pada awal tahun akan kita launching pinjaman di Bank BPR 5 juta per orang tanpa agunan," sambung Anwar Sadat.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved