Perang Rusia Ukraina

Rusia Marah Besar Didesak 94 Negara Ganti Rugi Perang di Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina hingga kini masih berlanjut, 94 negara dorong resolusi ganti rugi.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
(AFP/GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
Sebuah mobil yang hancur di Ukraina akibat serangan pasukan Rusia 

TRIBUNJAMBI.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina hingga kini masih berlanjut, 94 negara dorong resolusi ganti rugi.

Sebanyak 94 negara mendesak Rusia memberikan ganti rugi kepada Ukraina.

Rusia pun marah besar dengan tuntutan 94 negara tersebut.

Mengutip BBC, Rusia marah besar dan menolak seruan internasional untuk membayar kerusakan perang yang ditimbulkannya di Ukraina.

Kremlin mengatakan akan berupaya untuk menghentikan langkah Barat itu.

Juru bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov menuduh Barat berusaha "meresmikan perampokan" dan melanggar aturan kepemilikan pribadi dan hukum internasional.


94 Negara Desak Rusia

Tuntutan ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat perang yang dilakukannya saat menginvasi Ukraina sejak akhir Februari lalu.

Seruan itu disampaikan dalam sidang Majelis Umum PBB.

Seruan tersebut meminta pertanggungjawaban Rusia karena melanggar hukum internasional dengan menginvasi Ukraina.

Konsekuensi yang direkomendasikan termasuk membayar ganti rugi atas kerusakan dan hilangnya nyawa selama perang.

Melansir Al Jazeera, resolusi yang disahkan pada hari Senin (14/11/2022) ini didukung oleh 94 dari 193 anggota majelis.


Sebanyak empat belas negara memberikan suara menentang resolusi tersebut, termasuk Rusia, China dan Iran. Sementara, 73 lainnya abstain, termasuk Brasil, India dan Afrika Selatan.


Tidak semua negara anggota memberikan suara. Itu adalah tingkat dukungan terendah dari lima resolusi terkait Ukraina yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB sejak invasi Rusia pada 24 Februari.

Resolusi tersebut mengakui kebutuhan untuk membentuk “mekanisme internasional untuk reparasi atas kerusakan, kerugian atau cedera”.

Resolusi ini j merekomendasikan negara-negara anggota majelis, bekerja sama dengan Ukraina, membuat "daftar internasional" untuk mendokumentasikan klaim dan informasi tentang kerusakan, kehilangan atau cedera pada Ukraina dan pemerintah yang disebabkan oleh Rusia.

Artikel ini diolah dari Kontan.co

Baca juga: Tentara 40 Negara Bertempur di Ukraina, Pasukan Rusia Siapkan Strategi Khusus

Baca juga: Ustaz Subki Tolak Permintaan Lesti Kejora yang Ingin Rizky Billar Belajar Ilmu Agama di Pesantrennya

Baca juga: Ratusan Warga Kherson Sambut Gembira Mundurnya Pasukan Rusia dari Ukraina

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved