Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen Selasa 8 Nov 2022 - Hanya Allah yang Layak Disembah
Bacaan ayat: Kejadian 1:1 (TB) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Musa hidup dan dibesarkan sebagai seorang terpandang di Mesir.
Renungan Harian Kristen Selasa 8 Nov 2022 - Hanya Allah yang Layak Disembah
Bacaan ayat: Kejadian 1:1 (TB) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Musa hidup dan dibesarkan sebagai seorang terpandang di Mesir. Sebagai anak asuh putri Firaun tentu ia memperoleh pendidikan yang cukup.
Terkait dengan keluasan pengetahuan, tentu Musa tahu persis dewa-dewa yang menjadi sesembahan orang Mesir.
Pengetahuan yang diperolehnya selama di Mesir menjadi persiapan panjang akan panggilannya nanti ketika Allah memanggilnya untuk memimpin umat keluar dari perbudakan di Mesir.
Dalam terang Ilahi, Musa menyampaikan sebuah proklamasi awal tentang kehidupan, bahwa segala hal yang ada adalah ciptaan Allah dan Allah adalah Sang Pencipta segala-galanya.
Dalam keterbatasan pengetahuan kala itu bahwa ada langit dan bumi, maka segalanya diciptakan oleh Allah.
Pesan utama dari tulisan tersebut hendak memposisikan Allah sebagai pencipta dan manusia serta segala yang ada adalah ciptaan.
Hanya Allah yang layak dan patut disembah. Sementara yang lain hanyalah ciptaan.
Ini tentu menjadi bentuk perlawanan tentang banyaknya sesembahan yang ada di Mesir, dimana antar sesembahan dapat saling berperang dan berebut pengikut yang dapat menyembahnya.
Pada sisi lain, setiap orang akan memilih sesembahan berdasarkan kebutuhannya dan mencari sesembahan mana yang paling menguntungkan kehidupannya.
Umat dibawa oleh Musa untuk percaya bahwa Allah itu Esa: satu-satunya pencipta segalanya, tidak ada yang lain, kecuali Dia dan tidak ada yang mampu berkuasa mutlak selain Dia.
Dalam perkenalannya dengan Allah ketika dipanggil, Allah menyatakan namanya sebagai "AKU ADALAH AKU."
Bahkan ditegaskan demikian: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
Mengenal Allah yang demikian, seharusnya membuat setiap kita sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan. Allah sebagai pencipta berkuasa mutlak atas hidup kita.
Meskipun demikian kita perlu mengenal bahwa Allah adalah kasih.
Dua dimensi yang terlihat bertentangan, namun sebenarnya menjadi kombinasi menarik bahwa Allah tidak semena-mena dalam otoritas-Nya.
Allah yang menciptakan langit dan bumi ternyata memberikan posisi penting kepada manusia untuk melakukan mandat memelihara ciptaan yang lain dalam kehidupan.
Mandat tersebut pada saatnya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Dia yang memberikan mandat tersebut.
Sementara itu pada sisi lain, mengenal Allah sebagai pencipta langit dan bumi, membuat setiap orang menjadi tenang dalam menjalani kehidupan.
Tidak ada yang tersembunyi bagi Dia maka dipastikan semua ada pada pengawasan-Nya.
Tidak perlu kuatir akan kebutuhan hidup, karena pastia Dia akan mencukupi.
Tidak perlu takut akan bahaya yang mengancam karena pasti Dia akan melindungi dan memelihara kehidupan kita.
Mengenal Dia sebagai pencipta langit dan bumi seharusnya membuat kehidupan kita sangat berbahagia. Amin
Renungan harian oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam