Sidang Ferdy Sambo
Rumah Dinas Ferdy Sambo Ramai Saat Brigadir Yosua Tewas, Saksi Sempat Mengira Ada Teroris
Tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat di rumah dinas mantan Kadiv Propram Polri kompleks Duren Tiga dikira ada teroris.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat di rumah dinas mantan Kadiv Propram Polri kompleks Duren Tiga dikira ada teroris.
Meninggalnya Brigadir Yosua dikira ada teroris oleh M Munafri Bahtiar yang merupakan bawahan terdakwa AKP Irfan Widyanto.
Ketika memberikan kesaksian dalam kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua atas terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, anggota Polri itu merasa heran saat berjaga di kompleks tersebut rekannya bernama Tomser Kristianata.
"Saya bertanya-tanya dalam hati, ada apa ini sampai saya berdua, sama Tomser 'ada apa ya, Ser, di sini, mungkin ada teroris atau apa ya'," kata Munafri dikutip dari Wartakota.
Saat itu untuk menjawab keheranannya, Munafri tidak tahu apakah diizinkan masuk ke rumah Ferdy Sambo atau tidak.
Sehingga Munafri dan rekannya hanya berada di luar rumah dinas Ferdy Sambo sembari menanti atasannya, Irfan.
Munafri sudah merasa sepertinya ada peristiwa di Komplek Polri Duren Tiga itu.
Kuasa hukum terdakwa Hendra Kurniawan sebelumnya menanyakan terkait suasana batin Munafri ketika berada disana.
Pasalnya, rumah Ferdy Sambo yang dulu merupakan jenderal bintang dua tersebut ramai.
"Kami awalnya datang itu dalam kebatinan saya, jadi kami ke sana itu ada apa," kata Munafri.
Kata Munafri "Jadi kami ke sana itu dengan niat diperintah sama komandan, saya datang,".
Munafri merasa jenuh karena menunggu terlalu lama hingga kemudian resah.
Ia juga bertanya kepada diri sendiri apa yang sebenarnya terjadi di rumah Sambo.
Terlebih banyak mobil berdatangan ke rumah tersebut.
Tak hanya itu, orang-orang silih berganti masuk ke rumah Sambo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/31082022-ferdy-sambo22.jpg)