DPRD Provinsi Jambi
Nur Tri Kadarini Minta Pemprov Jambi Tak Bangun Narasi Jalan Simpang Karmeo Untuk Jalur Batu Bara
Nur Tri Kadarini meminta kepada Pemprov Jambi untuk tidak membuat narasi bahwa pembangunan jalan Simpang Karmeo-Kilangan sebagai jalan batu bara.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jambi, Nur Tri Kadarini meminta kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk tidak membuat narasi-narasi bahwa pembangunan jalan Simpang Karmeo-Kilangan sebagai jalan angkutan batu bara.
Nur Tri Kadarini menegaskan bahwa Jalan Simpang Karmeo-Kilangan yang dianggarkan sebesar Rp50 miliar dengan menggunakan APBD Provinsi Jambi itu untuk jalan alternatif masyarakat dan bukan untuk angkutan batu bara.
"Jadi jangan ada narasi-narasi yang muncul bahwa kita DPRD Provinsi Jambi mengesahkan anggaran menggunakan uang rakyat, APBD untuk membangun jalan batu bara," katanya.
"Yang kita sahkan adalah pembangunan jalan alternatif bagi masyarakat guna meningkatkan lajut perekonomian bagi masyarakat di Simpang Karmeo-Kilangan," tambahnya.
Baca juga: Pemprov Jambi Siapkan Jalur Khusus dan Tol Air untuk Pengangkutan Batu Bara
Nur Tri Kadarini menyebut bahwa pada prinsipnya fraksi PDI Perjuangan dalam pembahasan anggaran menyetujui pembangunan jalan tersebut untuk mengurai kemacetan kendaraan yang telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam masyarakat.
"Kita setujui untuk dibangun ini untuk membangun konektivitas antara wilayah dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah. Tentunya dengan catatan bahwa jalan tersebut bukan jalan khusus bagi mobilitas kendaraan batu bara, melainkan jalan yang dibangun untuk mobilitas warga," terangnya.
Baca juga: Sungai Batanghari Jadi Jalur Angkutan Batu Bara, Satu Tongkang Bisa Muat 5.000 Ton
"Kita berharap pemerintah bisa menelaah ini, sehingga tidak ada narasi-narasi yang dibangun bahwa jalan itu untuk batu bara," pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News