Temukan 22 Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes Telusuri Keluarga Pasien
Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat ada tiga kasus di Jambi pasien dengan gagal ginjal akut atau Atypical Progressive Acute Kidney Injury.
TRIBUNJAMBI.COM, PADANG - Dinas Kesehatan Sumatera Barat menelusuri keluarga dari pasien yang diduga mengalami gagal ginjal akut.
Sejauh ini di Sumatera Barat ditemukan 22 kasus dugaan gagal ginjal akut pada anak-anak. Ironisnya, dari 22 kasus gagal ginjal akut itu, 12 orang meninggal dunia.
Adapun sisanya 4 orang masih dirawat, dan 6 sudah membaik sehingga diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Lila Yanwar mengatakan penelusuran ke keluarga pasien dilakukan dengan langkah penyelidikan epidemiologi. Pihaknya akan menelusuri riwayat konsumsi makanan atau konsumsi obat pasien.
"Begitu juga dengan lingkungan keluarga dan sebagainya," kata Lila seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (20/10).
Data tersebut kemudian akan dikombinasikan dengan data yang ada di RSUP Dr M Djamil Padang. "Supaya kemungkinan itu menjadi bahan edukasi kita," ujar Lila.
Sementara itu di Provinsi Jambi, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat ada tiga kasus di Jambi pasien dengan gagal ginjal akut atau Atypical Progressive Acute Kidney Injury.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Ike Silviana pada Rabu, (19/10).
Dia mengatakan penyakit yang belum diketahui penyebabnya ini, ditemukan di Provinsi Jambi dari Agustus 2022 lalu. Kasus yang ditemui ini tersaring melalui rumah sakit yang ada di Provinsi Jambi.
Baca juga: Update Terbaru Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak di Provinsi Jambi Tercatat Sebanyak Tiga Kasus
"Ada satu kasus bulan Agustus waktu itu saya belum ada di P2P (Dinkes) ini, tetapi ada satu kasus yang dilaporkan IDAI yang kemudian terekap oleh Kemenkes itu di Sungai Penuh dan kondisinya membaik," kata dr. Ike.
Selanjutnya ditambahkannya kasus kedua terdapat di bulan September, yang dirujuk ke salah satu rumah sakit di Palembang yang kemudian kondisinya membaik.
dr. Ike kemudian mengungkap kasus ketiga yang terdapat di Provinsi Jambi, namun kondisi pasien tidak terselamatkan.
Baca juga: Kasus Ginjal Akut pada Anak Meningkat, Kemenkes Sebut Bukan Karena Vaksin Covid-19
"Kasus ketiga ada di RS Raden Mattaher sekira dua minggu yang lalu dan kasusnya meninggal, jadi tiga kasus," ungkapnya.
Diketahui kasus pertama yang terdapat di Sungai Penuh merupakan anak berumur 2 tahun, kemudian kasus kedua berumur 1 tahun dan ketiga berumur 7 tahun.
Hingga saat ini, Ike Silviana mengatakan belum dapat dipastikan soal kepastian jenis penyakit ini serta belum diketahui penyebabnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/26012019_ginjal.jpg)