Berita Tanjabtim
Karhutla Terjadi Sebanyak Tiga Kali Hinga September Dengan Luar 6.5 hektar, BPBD nilai Angka Menurun
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mendata ada sebanyak tiga kebakaran hutan dan lahan
Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mendata ada sebanyak tiga kebakaran hutan dan lahan, sepanjang Januari hingga September 2022.
Sekretaris BPBD Indra saat diwawancarai mengatakan, sepanjang Januari hingga September Karhutla terjadi di kecamatan Kuala Jambi, kecamatan Sadu dan kecamatan Dendang.
"Kuala Jambi lahan yang terbakar sebanyak 1 hektar, di Sadu sebanyak 3 hektar dan Dendang 2.5 hektar. Untuk total mencapai 6.5 hektar secara keseluruhan," kata Indra, Selasa (11/10/2022).
Menurut, jika angka karhutla tahun 2022 ini dibandingkan dengan tahun 2021, terjadi penurunan yang cukup signifikan. Terjadi penurunan hampir 50 persen jika dipresentasikan.
"Terjadi penurunan yang cukup besar sebanyak 50 persen karena di dukung juga dengan musim kemarau basah saat ini. Jadi setiap lima sampai empat hari pasti terjadi hujan," ujarnya.
Baca juga: Rekrutmen PPPK Guru Bakal Gunakan Sistem Observasi, BKPSDM Tanjabtim : Nakes Gunakan CAT
Baca juga: Sebanyak 13 Titik Hotspot Terpantau di Tanjabtim, Kebanyakan dari Corong Pabrik
Baca juga: Keluarga Brigadir Yosua Berharap Hakim dan Jaksa Profesional Dalam Persidangan Ferdy Sambo
Indra menjelaskan, rerata lahan yang terkena karhutla di kabupaten Tanjabtim pada 2022 ini didominasi oleh lahan milik masyarakat yang memang belum digarap. Sehingga saat musim kering sangat mudah sekali terjadi kebakaran. Untuk lahan gambut sendiri, kata Indra karena rutinnya patroli TNI -Polri, BPBD dan Manggala Agni, tidak terjadi karhutla di lahan gambut.
"Kebakaran yang terjadi hanya di lahan mineral saja tidak ada di lahan gambut berkat patroli yang sering dilakukan oleh satgas karhutla," jelasnya.