Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Berkarya Selagi Masih Ada Kesempatan

Bacaan ayat: Mazmur 103:15-16 (TB) Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melinta

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Renungan Hrian Kristen - Berkarya Selagi Masih Ada Kesempatan

Bacaan ayat: Mazmur 103:15-16 (TB) Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Menurut penelitian, Kura-kura dapat hidup mencapai 150 tahun. Paus jenis tertentu bahkan dapat hidup lebih lama. Dibandingkan dengan serangga yang hanya hidup dalam hitungan hari atau bulan, rasanya tidak ada apa-apanya.

Bagimana dengan manusia? Alkitab memberitahukan bahwa 60 tahun adalah angka ideal, jika lebih yaitu 70 atau 80 tahun, itu sebuah keajaiban dan kebanggaannya hanya kesukaran dan penderitaan belaka.

Pertanyaan pentingnya, selama menjalani kehidupan, apa yang telah diperbuat? Memprihatinkan jika kita menemukan kejahatan ada dimana-mana.

Kecenderungan untuk berperilaku destruktif (menghancurkan), melekat kuat. Inilah bukti terkuat akan akibat dosa.

Efek menghancurkan kehidupan sangat dahsyat sehingga kecenderungan hati untuk jahat sangat kentara.

Sadar sich, jika hidup akan berakhir. Justru karena kesadaran dan pengetahuan akan kehidupan yang akan berakhir, membuat banyak orang berupaya bertahan agar tidak berakhir.

Ironisnya, justru upaya bertahan tersebut menghalalkan segala cara, termasuk dengan meniadakan kehidupan yang lain.

Penulis syair Mazmur memberikan peringatan, bahwa 'Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.'

Mungkin ini sebuah peringatan usang, bahwa semua orang sudah tahu fakta tersebut. Atau bisa menjadi peringatan yang menakutkan agar serius dan sungguh-sungguh menjalani kehidupan.

Beberapa orang bisa jadi justru kuatir ketika mendapatkan peringatan tersebut. Pilihan ada pada diri setiap orang. Padahal peringatan tersebut mengungkap banyak fakta tentang kehidupan.

Pertama, dosa itu menghancurkan segalanya menuju kematian. Untuk itu persoalan dosa hanya bisa dibereskan melalui kematian. Karena hanya dengan kematian, seseorang akan bebas dari dosa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved