Terima Suap Rp 100 Miliar, Anggota DPR Periode 2009-2014 Dijadikan Tersangka Oleh KPK

Nilai suap dalam pengadaan pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia cukup fantastis, yakni senilai Rp 100 Miliar.

Editor: Rahimin
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri. Terima Suap Rp 100 Miliar, Anggota DPR Periode 2009-2014 Dijadikan Tersangka Oleh KPK 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia memasuki babak baru.

Dalam kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, KPK sudah menetapkan beberapa tersangka.

Bahkan, ada anggota DPR periode 2009-2014 dijadikan tersangka.

Selain itu, beberapa pihak lain juga ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia.

Nilai suap dalam pengadaan pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia cukup fantastis, yakni senilai Rp 100 Miliar.

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Ali Fikri mengatakan, dalam kasus ini, para tersangka diduga menerima suap senilai Rp 100 miliar.

"Dugaan suap tersebut senilai sekitar Rp 100 miliar yang diduga diterima anggota DPR RI 2009-2014 dan pihak lainnya, termasuk pihak korporasi," ujarnya.

KPK belum mengungkap identitas tersangka serta konstruksi perkara dalam kasus ini sebelum penyidikan dinilai cukup.

"Setelah penyidikan ini cukup maka berikutnya kami segera akan umumkan rangkaian dugaan perbuatan pidananya, pihak-pihak yang berstatus tersangka dan pasal yang disangkakan," Ali Fikri menjelaskan.

KPK, kata Ali Fikri berharap saksi-saksi yang dipanggil bersikap kooperatif dalam pengumpulan alat bukti untuk perkara ini.

Selain itu, Ali Fikri juga meminta dukungan masyarakat untuk terus mengawasi penyidikan kasus ini.

"Apalagi, modus korupsi pada perkara ini cukup kompleks, dengan locus transnasional, melibatkan tidak hanya individu, namun perbuatannya juga atas nama korporasi, adanya aktor penting, serta kerugian negara yang ditimbulkan cukup besar," katanya.

Penyidikan kasus suap ini merupakan hasil tindak lanjut dari kerja sama antara KPK dan otoritas negara lain, diantaranya Inggris dan Perancis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Zumi Zola Kembali Diperiksa di KPK, Imanuddin dan Veri Aswandi Diperiksa di Polda Jambi

Baca juga: Suap Ketok Palu, Yosan Tonius alias Atong Diperiksa KPK di Polda Jambi

Baca juga: Masih Berlanjut, KPK Periksa Sofyan Ali dan 9 Orang Lainnya Kasus Suap Ketok Palu RAPBD Jambi

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved