Kolom

Puan: Sang Maharatu

Puan berarti nyonya. Maharani, maharatu. Beruntunglah Maharatu cucu Sukarno dan putri Megawati.

Editor: Deddy Rachmawan
istimewa
Antony Zeidra Abidin 

Oleh Antony Z Abidin

Puan berarti nyonya. Maharani, maharatu. Beruntunglah Maharatu cucu Sukarno dan putri Megawati.

Akankah generasi ketiga Sukarno, alumnus Jurusan Komunikasi Massa FISIP UI ini meraih jabatan Presiden RI? Seperti kakek dan ibunya?

Jalan terbuka lebar.  Dia tidak perlu dukungan partai lain untuk melenggang jadi capres.  PDIP sudah cukup.

Beda dengan Prabowo Subianto maupun Airlangga, dua ketua partai yang  tidak bisa jalan sendiri. Prabowo, perlu PKB. Airlanggga Hartarto membangun koalisi dangan PAN dan PPP.

Prabowo Menhan. Airlangga Menko Perekonokian. Puan Maharani Ketua DPR RI. Pertama kalinya wanita Indonesia menjabat posisi  itu.  Dia juga pernah menjabat Menko Kesra, juga perempuan pertama pada posisi tersebut.

Proses pencalonan setahun lagi. Prabowo - Puan, pasangan yang pernah digadang-gadang bubar sebelum pesta Februari 2024. Siapa gerangan pasangan maharatu?

Tokoh ulama? Seperti Hasyim Muzadi, Ketua PBNU yang pernah berduet dengan Megawati pada Pemilu 2004? Kalah!

Atau militer? Pasangan sang ibunda pada pemilu berikutnya? Prabawo? Kalah juga!

Atau kader internal PDIP Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya selangit?

Tentu saja maharatu tak sudi jadi wapres meskipun elektabilitasnya minus satu. Ganjar 3 besar. Siapakah pangeran yang bakal menggaet sang maharatu?

Baca juga: Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar Terlihat Mesra, Prabowo Subianto Ingatkan Hal Ini

Anies Baswedan? Pernah masuk daftar. JK pernah membuka jalan ke arah itu. Tapi, dilemanya sama. Anies dengan  elektabilitas tinggi apakah layak di posisi wapres?

Adakah jalan Maharni keturunan 2 presiden ini kembali merebut tahta? Tentu banyak jalan ke Roma. Dengan tidak mengulang ibunya: 2 kali maju nyapres. Dua kali kalah.

Begitu juga Prabowo yang sejak TK hingga SLA hidup dan sekolah di negeri orang. Proses sosialisasinya jauh dari 200 juta rakyat pemilih.

Megawati sejak balita hingga remaja hidup di istana. Bawah sadarnya bisa merendahkan tukang bakso. Tak beda dengan  Prabowo. Dalam pidato politiknya dia enteng-enteng saja ngeledek veteran tua yang giginya ompong.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved