Penduduk Bekerja Kabupaten Sarolangun Didominasi oleh Lulusan SD

Tamatan SMA menjadi pekerja terbanyak dengan jumlah sebesar 29.9 persen berikutnya tamatan SMP (16,6 %).

Editor: Rahimin
ist
Kantor Badan Pusat Statistik. Penduduk Bekerja Kabupaten Sarolangun Didominasi oleh Lulusan SD 

Penduduk Bekerja Kabupaten Sarolangun Didominasi oleh Lulusan SD

Oleh: Mohd.Farhan, S.Tr.Stat (Statistisi Ahli Pertama) BPS Kabupaten Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM - Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021 menyatakan bahwa penduduk yang berkerja di kabupaten sarolangun sebesar 137.204 jiwa. Mayoritas atau 34,6 persen penduduk Sarolangun yang bekerja merupakan  tamatan SD.

Tamatan SMA menjadi pekerja terbanyak dengan jumlah sebesar 29.9 persen berikutnya tamatan SMP (16,6 persen), Diploma/Sarjana (11,1 %) dan tidak/belum pernah sekolah (7,7 %).

Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di Provinsi Jambi, Kabupaten Sarolangun memiliki persentase penduduk bekerja tamatan SD tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tingkat pendidikan seseorang berpengaruh pada kualitas ataupun produktivitas pekerja. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin baik/tinggi juga kualitas pekerja tersebut.

Hal ini sudah seharusnya menjadi fokus perhatian pemerintah daerah setempat untuk dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja di kabupaten sarolangun. Terutama dengan melihat semakin ketatnya persaingan dalam pasar tenaga kerja di masa depan. 

Selain itu juga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) menyebutkan bahwa Indonesia akan segera memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Di masa itu, jumlah penduduk berusia produktif akan lebih banyak dibandingkan penduduk non produktif.

Bonus demografi tersebut akan memiliki dampak yang positif apabila kita memiliki kualitas penduduk berusia produktif yang baik.

Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya penduduk bekerja yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan kemampuan yang baik.

Sebaliknya, apabila kualitas penduduk berusia produktif tersebut tidak baik seperti memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan tidak dibekali kemampuan yang baik maka efek negatif justru yang akan didapatkan seperti tingginya angka pengangguran, tingginya angka kriminalitas dll.

Salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menggalakkan program wajib belajar 12 tahun serta meningkatkan pengawasannya.

Selain itu perlu juga kebijakan pendukung lainnya untuk menyiapkan penduduk bekerja yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi sehingga dapat memberikan efek positif bagi kemajuan Kabupaten Sarolangun. (Data Jambi/)

Informasi Indikator Statistik dan Data Jambi terkini dapat diakses melalui jambi.bps.go.id dan Sosial Media BPS Provinsi Jambi (IG, FB, dan Youtube BPS Provinsi Jambi).

Ayo persiapkan diri menyambut pelaksanaan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 dan Sensus Pertanian 2023

Baca berita terbaru  Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Jambi Hadiri Pembukaan Pelatihan Petugas Regsostek BPS se-Kota Jambi

Baca juga: BPS Provinsi Jambi akan Memulai Regsosek 15 Oktober-14 November 2022 hingga ke Pelosok Daerah

Baca juga: Hari Statistik Nasional, BPS Jambi Beri Penghargaan & Sosialisasi Regsosek dan Sensus Pertanian 2023

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved