Berita Kerinci

Pemandu Gunung Kerinci Harap Ada Sertifikasi Kompetensi Kerja

salah satu tujuan dengan adanya sertifikasi kompetensi kerja pemandu gunung adalah untuk membangun pemandu gunung yang profesional dan kompeten.

Penulis: Herupitra | Editor: Suci Rahayu PK
ist
Hampir seluruh pemandu wisata di Kabupaten Kerinci berprofesi sebagai pemandu Gunung Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - 27 September merupakan hari pariwisata se dunia, tahun ini mengambil tema 'Memikirkan Kembali Pariwisata'. Diketahui Kabupaten Kerinci merupakan branding pariwisata Provinsi Jambi.

Beberapa pegiat pariwisata di Kerinci yang ditemui mengatakan, sejalan dengan tema hari pariwisata dunia meminta pemerintah kerinci untuk memikirkan kembali bagaimana melakukan pariwisata untuk sektor yang lebih berkelanjutan, inklusif dan tangguh.

"Kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci, saya mengajak untuk melihat pariwisata lebih dalam lagi, bukan hanya sekadar angka dan statistik, melainkan juga para penggiat yang ada di balik itu semua," ujar Angga Satria Founder Kerinci Expedition, Kamis (30/9)

Hampir seluruh pemandu wisata di Kabupaten Kerinci berprofesi sebagai pemandu Gunung Kerinci.
Hampir seluruh pemandu wisata di Kabupaten Kerinci berprofesi sebagai pemandu Gunung Kerinci. (ist)

Ia menyebutkan, hampir seluruh pemandu wisata di kabupaten Kerinci berprofesi sebagai pemandu gunung Kerinci. Namun hingga saat ini belum ada upaya dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci untuk memfasilitasi profesi pemandu gunung ini dengan mengadakan sertifikasi kompetensi kerja pemandu gunung.

"Padahal banyak wisawatan yang datang mengunjungi Kerinci dengan tujuan melakukan wisata pendakian gunung," kata Angga.

Diungkapkannya, salah satu tujuan dengan adanya sertifikasi kompetensi kerja pemandu gunung adalah untuk membangun pemandu gunung yang profesional dan kompeten. Karena sebutnya, di Kabupaten Kerinci ada sekitar 20-30 orang Pemandu dan Porter yang benar-benar membutuhkan sertifikasi kompetensi kerja pemandu gunung.

"Pada tahun 2019 Kadis Pariwisata Juanda Sasmita pernah menyampaikan akan mengupayakan diadakan sertifikasi kompetensi kerja pemandu gunung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci. Namun hingga hari ini sertifikasi yang sangat dibutuhkan oleh pemandu dan porter ini tidak pernah terlaksana," sebutnya.

Baca juga: Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar ke Polisi Gegara Alami KDRT

Baca juga: Provinsi Jambi Pecahkan Rekor MURI Berbusana Batik Bagi ASN

Selain itu lanjutnya, kegiatan-kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci sangat tidak inovatif tidak mengikuti perkembangan kebutuhan para pemandu dan porter.

Beberapa pelatihan yang dibutuhkan adalah pelatihan pemandu wisata gunung dan pelatihan Geowisata.

"Kita harap kedepannya Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci lebih mengedepankan manfaat dan kegunaannya dalam membuat rencana strategis kebijakan dan kegiatan tahunan yang melibatkan pemandu dan porter bukan hanya sekedar ada kegiatan," ungkapnya.

Lanjutnya lagi, World Tourism Day 2022 Memikirkan Kembali Pariwisata. Artinya juga pengembangan pariwisata Kerinci perlu ditingkatkan. Terutama di bidang sumber daya manusia (SDM).

"Kita terlalu sering berbicara memajukan pariwisata, tapi kita tidak pernah menyiapkan SDM pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing. Mempersiapkan generasi yang membangun pariwisata di Kerinci," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Herupitra)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kasus Jalan Padang Lamo Tebo, Kuasa Hukum Hadirkan Saksi A De Charge

Baca juga: Perpanjangan Kontrak Nicolo Zaniolo di AS Roma Hanya Masalah Waktu, Bakal Ada Kenaikan Gaji

Baca juga: Kamis (29/9/2022) Harga Sawit di Tebo Kembali Turun Jadi Rp 1.630 per Kg

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved