Editorial

Geng Motor yang Meresahkan dan Menakar Penerapan Jam Malam

Kepolisian mesti lebih serius menangani geng motor yang sering bertindak brutal. Tak hanya menangkap yang telah berbuat kriminal, polisi juga harus m

Editor: Deddy Rachmawan
Tribunjambi/Aryo
Sebanyak 13 pelaku penyerangan yang dilakukan anggota geng motor berhasil diamankan tim gabungan Macan Reskrim Polresta Jambi dan Resmob Polda Jambi. 

Kepolisian mesti lebih serius menangani geng motor yang sering bertindak brutal. Tak hanya menangkap yang telah berbuat kriminal, polisi juga harus mencegah aksi mereka sejak awal.

Masyarakat harus dilindungi dari ancaman kejahatan geng motor yang semakin mencemaskan.

Lantas, perlukah dilakukan penerapan jam malam, untuk mengantisipasi kebrutalan geng motor ini?

Penangkapan komplotan pembuat onar merupakan langkah bagus dari kepolisian. Seperti yang dilakukan Polresta Jambi dan jajaran, yang dalam beberapa bulan terakhir sudah mengamankan 137 orang anggota geng motor.

Ironisnya, hampir setengah gengs motor yang diamankan adalah anak di bawah umur.

Berbeda dengan penanganan sebelumnya, kali ini para gerombolan ini akan dibina. Mereka akan mendapat pembinaan secara terpusat di Mako Brimob Polda Jambi.

Selain itu, untuk memberikan efek jera kepada mereka yang diamankan, kepolisian berencana menetapkan jam malam di Kota Jambi.  Sedarurat inikah Kota Jambi pada malam hari hingga jam malam diberlakukan?

Baca juga: Tiga Bulan, Polresta Jambi Tangkap 137 Anggota Geng Motor yang Buat Resah Warga Kota Jambi

Baca juga: Anggota Geng Motor Ini Peluk dan Cium Kaki Ibunya Setelah Ditangkap Polisi

Namun, tentu penerapan jam malam harus dibicarakan lebih jauh bersama Pemerintah Kota Jambi. Seperti apa yang dimaksud jam malam tersebut. Jangan sampai justru menimbulkan ketakutan baru di tengah masyarakat.

Apapun yang dilakukan kepolisian, harus didukung bersama. Demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, karena geng motor sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kerja keras polisi tetap harus diapresiasi. Namun, keberadaan geng motor juga tugas bersama, bukan cuma kepolisian. Sebab, umumnya pelaku adalah remaja atau anak di bawah umur.

Baca juga: Polisi Tetapkan 1 Anggota Geng Motor yang Ditangkap di Perumahan Garuda Kota Jambi Sebagai Tersangka

Untuk itu, keluarga harus lebih mengawasi dan memberikan perhatian kepada anak. Komunikasi antara anak dan orang tua atau keluarga juga harus dibangun. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved