Love Runway Ajak Santri dan Desainer Lokal Berkolaborasi Mendesain Ulang Baju Bekas

Gerakan Pesantren Sehat (GPS) Jambi menggelar even Love Runway di Teras Mendalo, Minggu (25/9/2022).

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Fitri Amalia
Gerakan Pesantren Sehat (GPS) Jambi menggelar even Love Runway di Teras Mendalo, Minggu (25/9/2022). 

 


TRIBUNJAMBI.COM - Gerakan Pesantren Sehat (GPS) Jambi menggelar even Love Runway di Teras Mendalo, Minggu (25/9/2022).

Kegiatan ini merupakan sebuah panggung seni pengembangan minat dan bakat santri serta aksi peduli lingkungan Fast Fashion dan keterlibatan anak muda dari GPS Foundation Jambi.

Ayu Muthoharoh, Ketua Panitia mengatakan Love Runway berkolaborasi dengan ikatan bujang gadis kota Jambi, para desainer lokal dan santri dari Pondok Pesantren Al-Jauharen dan Pondok Pesantren Ainul Yaqin.

"Ada 5 desainer dan 5 santri yang bekerjasama merombak dan memodifikasi baju second hand, menjadi desain yang baru," ujarnya.

Selain fashion show, acara ini juga diramaikan dengan bazar UMKM dan tenant-tenant lainnya.

Baca juga: Bawa Produk UMKM di Festival Batanghari, 3 Hari Stand Pameran Tebo Kumpulkan Rp17 Juta

Ayu menyampaikan yang membedakan love Runway dengan fashion show lainnya yakni baju yang dikenakan model adalah baju-baju bekas yang telah di permak dan dimodifikasi oleh para desainer yang bekerja sama dengan para santri binaan GPS Jambi. Baju second hand yang telah di modifikasi nantinya akan dijual kembali.

"Para desainer lokal yang terlibat ada mbak Sofie, Fitri, Cici, Aprilia dan Reka, mereka menjadi volunteer jadi tidak dibayar sepeserpun, kita hanya menyediakan bahan yang bisa mereka rombak di mix and mach," sebutnya.

Mutiana efendi, Ketua Harian GPS Foundation menjelaskan tujuan kegiatan ini ingin menyampaikan pada masyarakat baju bekas memiliki nilai jika di permak lagi dan membuat masa pakai dari baju jadi lebih panjang. Ini adalah aksi bagi GPS untuk melindungi lingkungan.

"Dan yang utamanya dari GPS Foundation ini adalah acara amal kita yang tujuannya untuk mencari dana menggalang donasi untuk akomodasi kita pembinaan pesantren, sejauh ini ada sekitar 10 pondok pesantren binaan kita, dan untuk mengikuti kegiatan pelafaran UE ini kita melewati tahap seleksi dan terpilihlah pesantren Al-Jauharen dan Pondok Pesantren Ainul Yaqin untuk even ini," jelasnya.

Baca juga: Warna-warni Perahu Hiasi Minggu Sore di Danau Sipin Kota Jambi

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan GPS Foundation yang dikemas dengan cara yang berbeda tetapi dengan rasa yang sama. Jika biasanya kegiatan berupa workshop lingkungan dan pembagian bibit pohon, tahun ini kegiatan rutin ini dikemas berbeda dan lebih menarik karena dua tahun sempat vakum.

Mutiana berharap melalui kegiatan Love Runaway ini GPS Foundation lebih dikenal lagi dengan masyarakat luas dan membuat kesadaran masyarakat terbuka untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan.

"Dan ada santri yang menunggu kita di pondok pesantren yang menjadi fokus utama dari gerakan GPS," tutupnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved