Kamis, 4 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah HM. Hatta Arifin Instruktur Golf di Jambi yang Main hingga Luar Negeri

Memiliki banyak pengalaman dalam bermain golf, HM. Hatta Arifin kini menjadi instruktur golf Jambi.

Tayang:
Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wira Damanik
HM. Hatta Arifin instruktur golf Jambi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memiliki banyak pengalaman dalam bermain golf, HM. Hatta Arifin kini menjadi instruktur golf Jambi.

Saat diwawancarai, HM. Hatta Arifin menceritakan awalnya ia merupakan pelatih sekaligus wasit bola voly. Ia mengatakan dirinya adalah pemain golf alami yang hanya dihadiahi stik golf tanpa pelatihan, namun dalam perjalannya, permainan golfnya dimantapkan oleh seorang pelatih.

"Sejarahnya itu begini, salah satu bank itu saya melatih voly. Kemudian dia menjadi juara lalu saya dihadiahkan stik golf terus dibilang Bapak bisa main golf. Lah siapa yang ngajari saya bilang gitu, saya yang ngajari katanya. Jadi sama dia belajar tiap hari, jadi saya ini pemain golf alami, tanpa pelatih. Tapi setelah saya punya handicaps, di Jambi ada kita tarik pemain golf nasional namanya Matsani, sama dia saya diperbaiki sehingga dapat prestasi handicaps 12 terakhir di Samarinda," kata Hatta, Sabtu (24/9).

Ia pun memiliki sejumlah pengalaman bermain hingga ke berbagai negara. Dalam pengakuannya di Indonesia hanya wilayah Papua, Bima, Kendari yang belum pernah dijalaninya bermain golf.

Sementara negara yang ia sudah jalani bermain golf yakni Jerman, Bangkok, dan Singapore.

Baca juga: Family Golf Club Jalin Silaturahmi dan Latihan Bersama di Lapangan Golf Bajubang

"Selama perjalanan waktu, saya udah bermain golf hampir seluruh wilayah Indonesia. Kalau Kalimantan, di seluruh Wilayah Kalimantan karena saya diangkat jadi juri oleh perkumpulan golf Indonesia Kaltim. Jadi juri itu sudah puluhan tahun,sebagai pembimbing itu mulai dari Jambi yaitu membimbing beberapa Kajati menjadi golfer, Pak Zulkifli Nurdin, Pak Farhat Abas belajar dengan saya kemudian banyak lagi, kemudian di Makasar saya mendapat kehormatan menjadi pengurus club golf Makasar selama satu tahun," ungkapnya.

Tak hanya sekedar berolahraga, ia mengatakan bermain golf dapat melihat karakter, etika dan kejujuran orang.

"Golfer ini sangat kompleksitis, karena golf ini kuncinya atas kejujuran, jadi kalau orangnya jujur mudah-mudahan mainnya bagus. Jadi di Perkumpulan Golf Indonesia (PGI) ada ketentuan-ketentuanya menyangkut etika, jadi jangan kita dapat prestasi enam mau satu, itu nggak boleh, itu etika. Kemudian pakaian juga begitu, engga boleh pakaian serono, itu kurang etis,"katanya.

Ia mengatakan para pemain golf dilatih dalam disiplin dan etika yang tinggi.

Baca juga: Anya Geraldine Lemas Habis Main Golf Bareng Aero Aswar : Panas Banget!

"Jadi walaupun jenderal sekalipun yang punya ajudan, setelah memukul bola itu dia harus memberikan tee (letakan bola golf) kepada caddy, engga boleh caddy yang mengambil itu, saya pernah main dengan jenderal, mereka sudah tahu itu. Itu etika dalam bermain golf, jadi kalau kita main jam 6, harus datang jam 6 kalau kita tidak datang jam 6, ditinggal, engga boleh main lagi," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved