Berita Jambi

Al Haris Minta Pedagang Cabai Tak Ambil Keuntungan Berlipat-lipat Karena Kenaikan Harga BBM

Pelaksanaan Operasi Pasar Cabai murah di Provinsi Jambi sejak sepekan terakhir dikeluhkan oleh beberapa pedagang yang merugi, karena harus menurunkan

Tribunjambi/Wira Damanik
Gubernur Jambi Al Haris 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelaksanaan Operasi Pasar Cabai murah di Provinsi Jambi sejak sepekan terakhir dikeluhkan oleh beberapa pedagang yang merugi, karena harus menurunkan harga cabai agar cabai nya laku.

Menanggapi hal ini Gubernur Jambi Al Haris justru bingung, karena hargai cabai di tingkat petani itu murah, kenapa di pedagang menjadi mahal.

"Cabai itu ditingkat petani iitu harganya murah, kenapa tiba-tiba harganya selangit sampai dipasar, pemerintah justru ingin bertanya," ucapnya, Kamis (15/9/2022).

Ia berharap agar jangan ada masyarakat yang terjebak euforia kenaikan BBM sehingga menyebabkan kenaikan hargai cabai berkali kali lipat.

"Ini kami datangkan cabai dari Muntilan, harga Rp 30 an ribu disana, dengan ongkos kirimnya jadi Rp 40 ribu, dengan ongkos keuntungan jadi Rp 50 ribu masih bisa kita jual, ini Kenapa harganya bisa Rp 70, Rp 80 ribu, kan aneh," jelasnya.

Kata Al Harus ini terjadi karena euforia yang muncul akibat kenaikan BBM.

Ia meminta kepada para pedagang agar sportif agar menjual cabai dengan keuntungan sewajarnya, jangan sampai berlipat-lipat.

"Saya minta kepada pedagang sportif aja, kalau mereka dari petani menjual harganya sekian naikan yang wajar aja, masak sampai dua kali lipat," ungkapnya.

Ia menekankan sekali lagi bahwa tujuan Operasi pasar murah ini untuk menekan inflasi, sehingga membuat harga cabai bisa turun.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Mahasiswa PLP PIAUD Diterima di 7 Lembaga Pendidikan

Baca juga: 75 Kades Bakal Dipanggil Kejari Tebo Terkait Persoalan Ini

Baca juga: AHM Umumkan Roadmap Sepeda Motor Listrik untuk Netralisasi Karbon Dunia di Indonesia Tahun Ini

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved