Awas! Dutch Disease Menghantui Sarolangun

PDRB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha pada suatu daerah tertentu dan dapat juga dikatakan jumlah nilai barang

Editor: Rahimin
istimewa
Selama 5 tahun terakhir, struktur perekonomian Kabupaten Sarolangun didominasi oleh sumber daya alam. 

Awas! Dutch Disease Menghantui Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM - Produk Dosmestik Regional Bruto (PDRB) dapat memberikan gambaran perkembangan perekonomian disetiap kabupaten.

PDRB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha pada suatu daerah tertentu dan dapat juga dikatakan sebagai jumlah dari nilai barang dan jasa akhir (neto) yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi (BPS,2013).

Dari data BPS Kabupaten Sarolangun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun tahun 2021 tumbuh positif sebesar 6.61 persen dan tertinggi Se-provinsi Jambi.

Selama 5 tahun terakhir, struktur perekonomian Kabupaten Sarolangun didominasi oleh sumber daya alam.

2021, kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki peran sebesar 29,95 persen, disusul oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian dengan  kontribusi sebesar 19,29 persen.

Namun pada 2020, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun mengalami pelambatan sebesar minus 0,25 persen.

Selain karena pandemicovid-19, perekonomian Sarolangun terkontraksi oleh jatuhnya harga komoditi ekspor andalan Kabupaten Sarolangun yaitu batu bara. Kondisi ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam sangat rawan terhadap goncangan pasar global.

Perekonomian yang bergantung pada sumber daya alam cenderung mengalami perlambatan ketika fenomena windfall profit sudah usai.

Pemerintah Daerah Sarolangun diharapkan melakukan terobosan untuk secara perlahan menggeser peranan batu bara ke sektor lain dalam perekonomian agar lolos dari apa yang namanya Dutch Disease.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved