Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Jatuh dan Bangkit Kembali
Bacaan ayat: Amsal 24:16 (TB) Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
Renungan Harian Kristen - Jatuh dan Bangkit Kembali
Bacaan ayat: Amsal 24:16 (TB) Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Apakah anda pernah jatuh? Pasti pernah! Semua orang pernah jatuh.
Tadi pagi ketika dalam perjalanan, berhenti di lampu merah, seseorang jatuh dari motornya.
Nampaknya ia terkejut, ketika antrian kendaraan di depannya mendadak melambat. Ia secara reflek melakukan tindakan pengereman.
Namun gerimis telah membuat permukaan aspal menjadi licin. Ia jatuh dan seorang anggota polisi yang berdiri mengatur lalu lintas menolongnya berdiri.
Ajaib, sejenak mengibaskan tangannya untuk melihat luka, dan sesaat kemudian melanjutkan perjalanan. Mungkin dia tidak terlalu sakit, namun rasa malu yang segera ingin membuatnya meninggalkan tempat kejadian.
Jatuh itu biasa dalam hidup. Pengendara tadi pasti punya SIM, namun tetap saja bisa jatuh.
Jatuh dalam makna kias bisa dimaknai sebagai satu situasi dimana seseorang sedang terpuruk, atau melakukan kesalahan, atau yang lainnya.
Intinya, jatuh itu terkait dengan hal yang tidak menyenangkan, membuat menderita, menciptakan rasa malu, dan kondisi lain yang tidak diharapkan.
Banyak orang yang jatuh dalam hidup justru terus membiarkan diri telentang dan tidak berupaya untuk bangkit.
Beberapa menangis sejadi-jadinya, menyesali diri sendiri atau orang lain. Pilihan itu tidak pernah mengubah keadaan, namun memperparah situasi.
Penulis Amsal justru meyakini, bahwa orang benar akan selalu bangkit setelah jatuh.
Bahkan sampai tujuh kali sekalipun. Dalam paham kala itu, angka tujuh diartikan sebagai angka sempurna. Orang benar yang jatuh akan terus bangkit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)