Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Iri Hati Meracuni Kehidupan
Bacaan ayat: Amsal 14:30 (TB) Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
Iri Hati Meracuni Kehidupan
Bacaan ayat: Amsal 14:30 (TB) Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Iri hati itu dapat dipahami sebagai perasaan tidak senang ketika melihat kelebihan orang lain. Iri hari ditandai dengan rasa tidak nyaman ketika melihat orang lain berhasil, sukses, terkenal dan berbagai prestasi lainnya. Ketidaknyamanan tersebut berkembang pada sikap curiga atau marah tanpa bisa dijelaskan.
Seseorang yang iri hati dalam kondisi terparah bisa mengarahkannya pada perhatian yang berlebihan pada orang lain.
Seakan terobsesi untuk selalu tau apa yang dialami oleh orang lain dan menilainya secara negatif. Waspadalah, iri hati bukan hanya merusak diri sendiri; iri hati bisa saja merusak komunitas ketika ditularkan dan disetujui oleh mereka yang mendengarnya.
Secara psikologis, iri hati berangkat dari rasa tidak percaya diri. Seseorang yang kurang menghargai diri sendiri, akan melihat orang lain sebagai ancaman dan pesaing yang akan meruntuhkannya. Beberapa orang tidak sadar bahwa ia sedang iri hati. Yang dia rasakan adalah kecemasan yang berlebihan.
Kecemasan tersebut memerlukan kambing hitam untuk tempat pelampiasan kesalahan.
Celakanya, keberhasilan orang lain selalu menjadi sasaran empuk.
Penulis Amsal menemukan fakta yang tragis bahwa iri hati itu dapat membusukkan tulang. Menurut ilmu pengetahuan, bagian tubuh yang terakhir hancur adalah tulang. Tulang itu keras, karena berfungsi untuk menopang tubuh.
Tulang menjadi rangka penopang agar tubuh dapat kokoh berdiri. Dapat dibayangkan jika tulang itu rapuh, maka tidak akan menopang tubuh dengan baik.
Dapat dibayangkan, bagian tubuh yang keras, ternyata digambarkan oleh penulis Amsal, akan membusuk oleh iri hati. Betapa mengerikan pengaruh iri hati bagi kehidupan! Iri hati itu merusak segalanya.
Bukan hanya relasi yang rusak, ternyata diri sendiri pun hancur adanya. Iri hati menciptakan rasa tidak nyaman. Iri hati dapat merampas ketentraman, menciptakan rasa kuatir yang berkepanjangan, bahkan iri hati dapat memupuk sikap benci yang menggerogoti kehidupan sehingga tidak menarik untuk dinikmati.
Cobalah hening sejenak untuk sekedar mengevaluasi diri: apakah kehidupan kita sedang diracuni oleh iri hati? Tanda yang paling sederhana adalah ketika tidak nyaman melihat kelebihan orang lain.
Selanjutnya, mudah menilai negatif apapun yang dilihat dan didengar. Marah, namun tidak tau penyebabnya. Merasa direndahkan padahal tidak ada yang merendahkan.