Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

63 Kasus HIV/AIDS di Batanghari, 49 ODHA Dalam Penanganan Dinas Kesehatan

Dinkes Kabupaten Batanghari mencatat kasus HIV/AIDS dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2022 sebanyak 63 kasus.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
dr Elfi Yennie Kepala Dinkes Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari mencatat kasus HIV/AIDS dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2022 sebanyak 63 kasus.

Adapun penderita orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mayoritas usia produktif, terbanyak 30-39 tahun berjumlah 19 kasus.

Dari 63 kasus HIV/AIDS yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 14 orang dan jumlah yang ditangani saat ini 49 orang.

dr Elfi Yennie Kepala Dinkes Batanghari mengatakan puluhan pasien tersebut saat ini mendapat pengobatan yang disebut Antiretroviral (ARV). Pengobatan ini mereka dapatkan secara rutin dan teratur.

“Kebetulan rumah sakit kita sudah bisa menyelenggarakan semua penanganan HIV secara mandiri, jadi obat-obatan didapatkan dari rumah sakit. Selama ini kita tidak lagi mengirim atau merujuk keluar untuk mendapatkan pengobatan,” ujarnya pada Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Dua Penderita HIV/AID Muaro Jambi Dirujuk ke Jakarta

Elfi menjelaskan puluhan kasus tersebut petugas dapatkan dari fasilitas kesehatan (Faskes). Selain di Faskes, pihaknya juga dapatkan dari hasil screening atau pemeriksaan secara suka rela.

“Jadi bila mana ada dokter menemukan gejala, biasanya dianjutkan untuk pemeriksaan HIV dan ternyata hasilnya positif. Dan juga berapa puskesmas sudah bisa melakukan tes Vct,” ucapnya.

Petugas kesehatan kata Elfi melakukan screening ke tempat risiko penularan yang tinggi, kemudian mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan.

Jadi, sekarang ini ucapnya lebih banyak ditemukan kasus HIV dari faskes.

Namun dia berharap temuan kasus ini dari hasil tes Vct artinya ada kesadaran dari masyarakat untuk datang memeriksakan diri.

Baca juga: Tiap Tahun Tambah Ratusan Kasus HIV/AIDS di Provinsi Jambi, Kemenkes Estimasi Ada 3.741 ODHA 

“Tapi kita pahami bahwa masalah HIV/Aids ini, kesulitannya adalah mereka tidak terbuka tentunya mungkin ada rasa malu dan sebagiannya,” ujarnya.

Sementara itu, ada stigma di tengah masyarakat, itulah yang kini pihaknya sampaikan kepada masyarakat untuk mengedukasi bahwa pasien HIV/Aids jangan diberikan stigma negatif.

Sebab, kebanyakan mereka ada yang korban, contohnya seperti ibu rumah tangga (IRT) dan anak-anak.

“Jadi, Ibu mendapatkan dari suaminya, dia tidak tau apa-apa dan tidak ke mana-mana dia mendapatkan dari suaminya. Kemudian juga anak yang lahir tertular dari ibunya yang namanya infeksi vertical jadi seperti itu,” 

“Dari kasus sebanyak itu ada 7 anak terjangkit HIV dan bisa dikatakan itu adalah korban,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved