Tiap Tahun Tambah Ratusan Kasus HIV/AIDS di Provinsi Jambi, Kemenkes Estimasi Ada 3.741 ODHA 

asus HIV/AIDS tengah jadi sorotan.  Di Provinsi Jambi kasus ini jumlahnya terus membengkak. Dalam satu tahun, pertambahannya mencapai ratusan kasus.

Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI/DEDY NURDIN
Puluhan mahasiswa dari KSR IAIN Sulthan Thaha Jambi memperingati hari AIDS Dunia dengan menggelar aksi damai, Selasa (1/12). Di Provinsi Jambi ada ribuan kasus HIV/AIDS 

TRIBUNJAMBI.COM – Kasus HIV/AIDS tengah jadi sorotan.  Di Provinsi Jambi kasus ini jumlahnya terus membengkak. Dalam satu tahun, pertambahannya mencapai ratusan kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti mengatakan tahun ini saja, hingga Juni 2022, kasus positif HIV sebanyak 98 orang, dan 14 orang AIDS.

Total jenderal sejak 2010, tercatat ada 2.284 kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan 814 kasus AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Provinsi Jambi.

Eva membeberkan, bahkan bila merujuk data Kementerian Kesehatan, jumlahanya jauh lebih banyak lagi. Berdasarkan estimasi orang dengan HIV/AIDS atau ODHA oleh Kemenkes, di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 3.741 kasus.

Soal perbedaan data tersebut, Eva memberikan penjelasan bahwa itu, banyak ODHA tersebut yang tidak memeriksakan dirinya  ke puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Sehingga muncul perbedaan data tersebut.

Ia menjelaskan, HIV dan AIDS memiliki perbedaan. Kata dia, pada HIV virusnya hanya terdapat di dalam tubuh manusia dan menyebabkan turunya kekebalan tubuh atau tubuh itu gagal melawan infeksi.

“Tetapi kalau AIDS itu sudah menjadi kumpulan dari gejala atau kalau kita sebut infeksi oportunistik yang disebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh akibat terkena virus HIV dari orang lain,” paparnya kepada Tribun, Rabu (31/8).

Dari ribuan kasus HIV/AIDS tersebut, penderitanya mayoritas laki-laki dan berasal dari kelompok umur 25 hingga 40 tahun.

Baca juga: Kasus HIV AIDS di Kabupaten Tebo, Ada yang Meninggal Dunia

"Kalau anak-anak ini biasanya dari ibunya mungkin, oleh sebab itu kita memang ada screening ibu hamil, yang memang kalau dia di bawah trisemester harus diperiksa apakah ada HIV/AIDS untuk mengetahui statusnya. Karena kita takut menular, jadi misalnya sudah diketahui ada HIV/AIDSnya kita bisa lebih melakukan tata laksana untuk mencegah penularannya," kata Eva.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun Irwan Miswar ketika dikonfirmasi mengatakan, Sarolangun juga tidak luut dari kasus HIV/AIDS. "

Namun untuk jumlah pastinya saya belum lihat data, karena itu merupakan data berjalan. Yang jelas tahun lalu jumlahnya di bawah lima dan untuk tahun ini belum ada laporan kasus baru," jelasnya.

Untuk data terbaru tersebut biasanya pihaknya menerima laporan dari rumah sakit. Setelah itu baru mendapat pendataan dan langsung diberikan obat rutin yakni Antiretroviral.

Ia menyebut,  yang menjadi perhatian dan harus diwaspadai saat ini adalah seks menyimpang. “Sebut saja hubungan sesama jenis yang marak terjadi saat ini, dan itu menjadi potensi besar penularan terjangkit virus HIV,” kata Irwan.

Baca juga: Dilaporkan Terkait Korupsi Dana Bantuan Penyintas HIV/AIDS, Ini Penjelasan Yayasan Kanti Sehati

Eva mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menyediakan pemeriksaan gratis bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan terhadap kasus HIV/AIDS.

"Jadi kami sebenarnya sudah banyak punya tempat untuk pemeriksaan HIV/AIDS. Sebenarnya kelompok masyarakat-masyarakat berperilaku beresiko silakan untuk melakukan pemeriksaan, gratis kok. Di puskesmas, kalau di kota ini banyak hampir seluruh puskesmas bisa," tuturnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat waspada dengan penyakit yang dapat mematikan tersebut. Ia menyarankan untuk bisa terhindar dari penyakit tersebut salah satunya setia kepada pasangan.  (cwi/usn)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved