BPS Perbarui Wilkerstat ST2023 Dengan Pencitraan Satelit

Sensus Pertanian (ST) 2023 adalah Sensus Pertanian ke- 7 yang diselenggarakan oleh BPS sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963.  

Editor: Rahimin
Sumber Gambar: Bahan Ajar BPS
BPS Perbarui Wilkerstat ST2023 dengan Pencitraan Satelit 

TRIBUNJAMBI.COM - Sensus Pertanian akan diselenggarakan kembali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023.

Dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, Sensus Pertanian (ST) 2023 adalah Sensus Pertanian ke- 7 yang diselenggarakan oleh BPS sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963.  

Secara umum, ST2023 memiliki tujuan untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat supaya diperoleh gambaran yang jelas tentang pertanian di Indonesia serta untuk mendapatkan kerangka sampel sektor pertanian yang digunakan untuk penarikan sampel survei-survei pertanian selama 10 tahun mendatang.

Mengingat pentingnya kegiatan ST2023 ini, BPS telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya adalah kegiatan Pemutakhiran Kerangka Geospasial dan Muatan Wilkerstat ST2023. Kegiatan ini terdiri atas 2 (dua) tahapan, yakni tahap pelaksanaan lapangan dan tahap pengolahan.

Tahap pelaksanaan lapangan sendiri telah selesai dilaksanakan pada Maret lalu. Kegiatan yang saat ini sedang berjalan adalah kegiatan pengolahan kerangka geospasial.

Output yang dihasilkan dari kegiatan ini nantinya adalah berupa Peta Wilkerstat ST2023, serta Kerangka Geospasial Tutupan Lahan.

Wilkerstat adalah wilayah kerja statistik untuk kegiatan sensus dan survei yang diselenggarakan oleh BPS1.

Peta Wilkerstat meliputi peta provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, Blok Sensus (BS), dan Satuan Lingkungan Terkecil (SLS).

Pada Pemutakhiran Kerangka Geospasial Wilkerstat ST2023, batas peta yang diperbarui oleh BPS adalah batas SLS serta batas desa dan kecamatan yang terdampak pembaruan tersebut.

Selain itu, peta Wilkerstat ST2023 juga dipadukan dengan kerangka geospasial tutupan lahan yang mampu mencerminkan sebaran tutupan lahan di Indonesia, seperti daerah sawah, tegalan, perkebunan sawit, lahan terbangun, hutan lahan kering, dan hutan lahan basah.

Dalam pengolahan peta ini, BPS menggunakan teknologi geospasial dengan pemanfaatan citra satelit.

Citra Satelit adalah gambaran permukaan bumi hasil perekaman satelit yang berada di luar angkasa berjarak ratusan kilometer dari paras bumi2.

Pembaruan batas SLS pada Wilkerstat ST2023 menggunakan software Qgis dengan memanfaatkan titik koordinat (geotagging) batas SLS yang diambil oleh petugas pada pelaksanaan lapangan dan dipadukan dengan citra satelit dari Google (Goolge Hybrid) dan Spacemap Lapan.

Selain geotagging batas SLS, petugas lapangan juga melakukan pengambilan titik koordinat pada wilayah sampel tutupan lahan.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved