Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Komnas HAM Ingatkan Soal Keadilan Terkait Putri Candrawathi Tersangka Kasus Pembunuhan Tidak Ditahan

Komnas HAM Ingatkan Soal Keadilan Terkait Putri Candrawathi Tersangka Pembunuh Brigadir Yosua Hutabarat Tidak Ditahan

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Putri Candrawathi, berstatus tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, tidak ditahan penyidik.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengingatkan keadilan yang harusnya sangat perlu diperhatikan dalam kasus pembunuhan Yosua ini.

Namun Beka Ulung Hapsara menyampaikan pihaknya tidak dalam posisi mengitervensi penyidik, yang tidak menahan istri Ferdy Sambo itu.

Menurutnya, penyidik harus mempertimbangkan soal keadilan serta terkait kelancaran proses hukum dari kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

"Harus mempertimbangkan beberapa hal lain, misalnya soal keadilan. Soal kelancaran proses hukum juga harus dijamin," ujar Beka Ulung Hapsara.

Komnas HAM, ucapnya, tidak ingin mengintervensi keputusan yang bisa mengganggu proses hukum.

Mereka hanya ingin memastikan proses hukum bisa berjalan dengan baik, dan di pengadilan nantinya juga bisa adil dan transparan.

"Itu (Putri tidak ditahan) kewenangan penyidik. Komnas HAM tidak sedang mencoba mengintervensi," ujarnya.

Baca juga: Ayah Brigadir Yosua Tanggapi Kak Seto yang Hanya Perhatikan Anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Baca juga: Kasus Ferdy Sambo, Tembak Kepala Brigadir J dari Belakang Setelah Tertelungkup Ditembak Bharada E

Sementara ahli hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menyebut, keputusan penyidik tidak menahan Putri Candrawathi adalah hal yang tidak wajar.

Hal itu karena pasal yang disangkakan pada istri Ferdy Sambo tersebut mengandung ancaman hukuman di atas lima tahun.

Pasal 340 KUHP yang disangkakan kepada Putri tersebut memiliki ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

"Tidak wajar karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun kemudian tindak pidananya juga cukup berat. Menurut saya, ini (pembunuhan) puncak kejahatan kemanusiaan," tutur Abdul Fickar dikutip dari YouTube tvOne, Kamis (1/9/2022).

Dia bilang, penahanan tersangka yang disangkakan pasal dengan ancaman hukuman di atas lima tahun sudah diatur undang-undang.

Diberitakan sebelumnya, Putri Candrawathi tidak ditahan penyidik usai menjalani pemeriksaan kedua yang dilakukan pada Rabu (31/8/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved