Berita Jambi

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Mencatat Ribuan Kasus HIV/AIDS dari 2010-2022

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Mencatat Kasus HIV di Provinsi Jambi dari 2010 hingga Juni 2022 sebanyak 2.284 kasus, sementara AIDS sebanyak 814 kasus

TRIBUNJAMBI.COM/WIRA DANI DAMANIK
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Mencatat Kasus HIV di Provinsi Jambi dari 2010 hingga Juni 2022 sebanyak 2.284 kasus, sementara AIDS sebanyak 814 kasus.

Berdasarkan estimasi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dari Kementerian Kesehatan RI di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 3741 kasus. Namun karena orang yang beresiko dengan penyakit ini banyak yang tidak memeriksa ke puskesmas atau layanan kesehatan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti.

"Jadi dari catatan kita di awal mulai dari tahun 2010, kita sudah mencatat kasus HIV sebanyak 126 dalam 2010 kemudian AIDSnya ada 249. Itu terus kita catat setiap tahun, terakhir per Juni 2022 kemarin di rekapan data kita untuk tahun ini kita dapat kasus HIV 98 se-provinsi dan AIDSnya itu ada 14, itu untuk tahun ini. Jadi jumlah total untuk kasus HIV dari tahun 2010 sampai Juni 2022 itu ada 2284 kemudian AIDSnya ada 814," kata Eva Susanti, Rabu (31/8).

Eva Susanti mengatakan obat penyakit HIV/AIDS tersebut belum ada ditemukan hingga saat ini. Pengidap penyakit tersebur hanya bisa mengkonsumsi obat untuk penyakitnya bisa terkontrol.

"Setelah penggunaan (Antiretroviral) ART, itu obat HIV, karena kan gini orang yang terkena HIV/AIDS itu harus memakaan Obat seumur hidupnya, nah jadi kalau misalnya orang HIV/AIDS kalau dia makan obat seumur hidup, Viral load nya itu turun dia hasil pemeriksaannya itu supresi virusnya. Otomatis dia tidak menularkan penyalit ke orang lain. Jadi memang kita mengharapkan orang HIV/AIDS itu rutin mengkonsumsi obat seumur hidupnya," tambah Eva.

Dari banyaknya kasus HIV/AIDS di Provinsi Jambi, telah mengakibatkan kematian pada penderita.

Eva Susanti mengungkap kematian yang disebabkan penyakit tersebut.

"Kemudian yang meninggal itu total di Provinsi Jambi sebelum dia yang tercatat menggunakan ART ada 72 orang, tapi yang meninggal setelah penggunaan ART itu ada 218 orang. Iya karena kan orang ini tetap seumur hidup dia, artinya kan kalau dia meninggal pas keadaan makan obat setelah sudah makan. Jadi bukan obat itu untuk dia hidup terus, tapi kalau dia menggunakan obat istilahnya dia terkontrol. Jadi dia bisa tetap bisa produktif, karena kan kalau orang HIV ini dia akan rentan terkena penyakit lain," kata Eva.

Lebih lanjut lagi, Eva mengatakan Kota Jambi merupakan Kota terbanyak ditemukan pengidap penyakit tersebut.

"Kalau kasus HIV ini per kabupaten/kota, yang tertinggi itu ada di Kota Jambi. Kota Jambi itu ada HIVnya totalnya itu di catatan kita, mudah-mudahan ini sudah sesuai dengan kota karena kita pencatatannya real time, ada 1912 orang untuk HIV di Kota Jambi kemudian AIDSnya ada 720 orang. Kalau yang terendah itu ada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur," katanya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Dewan Apresiasi Aksi Unjuk Rasa HMI Tanjabtim Protes Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Studi Banding ke KLHK, Ivan Wirata Sampaikan Latar Belakang Ranperda Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Baca juga: Gali Informasi Ranperda Pertumbuhan Ekonomi Hijau, Pansus III DPRD Provinsi Jambi Stuba ke KLHK

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved