Breaking News:

Pembunuhan di Mimika

2 Oknum Perwira dan 4 Prajurit TNI AD Ditahan Jadi Tersangka Mutilasi Empat Warga di Mimika

Empat korban pembunuhan sadis tersebut ditemukan dalam kondisi tewas dengan keadaan dimutilasi.

Editor: Rahimin
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi pelaku kejahatan - 2 Oknum Perwira dan 4 Prajurit TNI AD Ditahan Jadi Tersangka Mutilasi Empat Warga di Mimika 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang terjadi di Mimika, Papua mulai terungkap.

Ada empat warga di Mimika, Papua yang menjadi korban pembunuhan sadis tersebut.

Empat korban pembunuhan sadis tersebut ditemukan dalam kondisi tewas dengan keadaan dimutilasi.

Tersangka dalam kasus pembunuhan sadis ini sudah berhasil ditangkap dan ditahan.

Ada 10 tersangka yang sudah ditahan. 6 orang diantaranya oknum prajurit TNI AD. Sedangkan 4 tersangka lagi masyarakat sipil.

Untuk tersangka yang berstatus anggota TNI Ada, kasusnya ditangani Polisi Militer Angkatan Darat.

Penyidik Polisi Militer TNI AD sudah menetapkan enam prajurit sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sadis ini.

Dua tersangka merupakan seorang perwira infanteri berinisial Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK. Sisanya berinisial Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC dan Pratu R.

Empat tersangka dari kalangan sipil yakni APL alias J, DU, R, dan RMH. Untuk tersangka sipil ditangani pihak kepolisian.

Penetapan 6 tersangka dari oknum TNI AD itu dikatakan Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Chandra W Sukotjo saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/8/2022) malam.

Menurut Letjen Chandra W Sukotjo motif pembunuhan sadis itu terkait ekonomi. “Sementara ini motifnya ekonomi,” katanya.

Dalam kasus pembunuhan sadis ini, 6 oknum prajurit TNI AD sudah sementara selama 20 hari terhitung sejak 29 Agustus hingga 17 September 2022.

6 oknum TNI AD tersangka pembunuhan sadis tersebut ditahan di Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) XVII/C Mimika.

Letjen Chandra W Sukotjo menjelaskan, 6 tersangka tersebut ditahan untuk memudahkan pemeriksaan dan penyidikan dan mempercepat penuntasan kasus teresbut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved