Harga Sembako Jambi

Harga Telur Meroket, Pemilik Rumah Makan di Jambi Berharap Harga Sembako Kembali Normal

Pemilik rumah makan di Jambi berharap harga sembako kembali normal, khususnya harga telur yang terus meroket.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM/FITRI AMALIA
Harga telur ayam tinggi. 

 

TRIBUJAMBI.COM, JAMBI - Pemilik rumah makan di Jambi berharap harga sembako kembali normal, khususnya harga telur yang terus meroket.

Hal tersebut diungkapkan Eni, pemilik rumah makan di Mendalo, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi.

Ia mengatakan sudah lima hari harga telur mengalami kenaikan, bahkan biasanya ada distributor telur yang datang ke warungnya namun belakangan sudah jarang.

"Kalau biasanya 1 hari beli 3 papan telor, sekarang harganya 53 ribu kalau waktu harga normal 43 ribu. Sudah 5 hari ini mengalami kenaikan. Jadi 3 hari lalu naik 46 terus sekarang sudah 53 ribu," kata Eni, Selasa (30/8).

Menurutnya harga bahan pokok sudah biasa mengalami kenaikan, namun dirinya berharap semua harga sembako kembali normal.

Baca juga: Harga Telur Ayam Tinggi, Pemkot Jambi Siapkan Dana BTT

"Kalau harga tetaplah 10 ribu, karena kan itu sudah resiko tapi kan gak selamanya. Kayak kemarin minyak naik, cabai naik harga jualan saya tetap. Kalau telor ini sudah naik dalam 5 hari ini. Kita berharapnya kembali lagi normal seperti biasa," katanya.

Terpisah, Rahmat pemilik warung indomie dan bandrek telor di Simpang Rimbo mengatakan dirinya tiap hari membeli telor untuk kebutuhan jualannya.

Ia mengatakan sudah 4 hari harga telor naik. Berbeda dengan Eni, Rahmat membeli telor dengan ukuran yang berbeda. 

"Sudah 4 hari ini naik, biasanya beli 42 ribu satu papan telur, sekarang 45 ribu. Jadi telor yang saya beli itu ukuran paling kecil," kata Rahmat.

Hal senada diungkap Rahmat, ia berharap harga sembako kembali normal.

Baca juga: Imbas Harga Pakan Naik, Harga Telur di Muaro Jambi Juga Naik

Menurutnya kenaikan harga hal yang lumrah, namun ia berharap adanya kestabilan harga agar dirinya kembali mendapat keuntungan sewajarnya.

"Walaupun harga telor naik, kita tetaplah dengan harga biasa jualannnya. Sekarang memang cukup sepi juga pelanggan. Kalau kami sudah terbiasa dengan harga bahan pokok yang tiba tiba naik lalu normal lagi gitu," tutup Rahmat.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved