Pembunuhan di Mimika

6 Oknum Prajurit TNI AD Diduga Terlibat Pembunuhan Pembunuhan Sadis di Mimika, Korban Dirampok

Setelah dilakukan penyelidikan pembunuhan sadis tersebut, akhirnya polisi menangkap tiga terduga pelaku, yaitu APL, DU dan R.

Editor: Rahimin
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi pelaku kejahatan - 6 Oknum Prajurit TNI AD Diduga Terlibat Pembunuhan Pembunuhan Sadis di Mimika, Korban Dirampok 

TRIBUNJAMBI.COM  - Adanya peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua masih terus diselidiki polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan pembunuhan sadis tersebut, akhirnya polisi menangkap tiga terduga pelaku, yaitu APL, DU dan R.

Selain ketiga orang tersebut, diduga ada keterlibatan enam anggota TNI dalam peristiwa pembunuhan sadis tersebut.

Korban pembunuhan sadis tersebut dimutilasi dan jenazahnya dibuang di sungai.

Dua jenazah korban pembunuhan sadis ditemukan di lokasi yang tidak berjauhan, yaitu di Sungai Kampung Pigapu, distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua.

Kedua korban dimutilasi, dan penemuan potongan tubuh mereka berbeda hari, yaitu pada Jumat (26/8/2022) dan Sabtu (27/8/2022).

Baca juga: Pembunuhan Sadis di Batanghari, Warga Batin XXIV Tewas Bersimbah Darah di Kebun Karet

Untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis yang diduga melibatkan oknum prajurit TNI itu, Subdenpom XVII/C Mimika memeriksa enam prajurit TNI Angkatan Darat.

Mereka diperiksa karena keenam diduga terlibat kasus pembunuhan sadis dengan cara mutilasi dua warga sipil yang jenazahnya ditemukan di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (27/8/2022).

Pemeriksaan 6 oknum prajurit TNI itu dibenarkan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Tatang Subarna dalam keterangan tertulis, Minggu (28/8/2022). 

“Ya, Subdenpom XVII/C Mimika terus koordinasi dengan pihak Polres Mimika untuk mengungkap keterlibatan oknum TNI AD,” katanya. 

Menurut Brigjen Tatang Subarna, Polres Mimika juga memeriksa dua warga sipil terkait kasus ini.

Polres Mimika juga melakukan pencarian terhadap satu warga sipil lainnya yang diduga turut terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

Dikatakan Brigjen Tatang Subarna, TNI AD akan memproses hukum apabila terdapat prajurit yang terbukti terlibat dalam kasus ini.

“TNI Angkatan Darat akan melakukan proses hukum dan memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved