Musim Hujan Mulai Datang, Jadikan Wedang Jahe Sebagai Peningkat Imun

Cuaca Kota Jambi makin tak menentu beberpa hari belakangan ini, terkadang hujan lebat dan terkadang panas terik.

ist
Angkringan Joglo 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Cuaca Kota Jambi makin tak menentu beberpa hari belakangan ini, terkadang hujan lebat dan terkadang panas terik.

Hal ini karena saat ini sedang transisi dari musim kemarau ke musim hujan dimana hujan dan panas silih berganti berdatangan.

Kondisi yang tak menentu ini dapat memicu sejumlah penyakit apa lagi jika imun tubuh sedang lemah.

Penyakit flu, pilek, kepala pusing hingga demam sering menyerang disaat imun sedang turun.

Dalam kondisi seperti ini kita perlu minuman hangat yang dapat meningkatkan imun tubuh, sehingga tetap fit dan dapat beraktifitas.

Beberpa minuman yang dapat Tribunner konsumsi di musim pancaroba ini ialah wedang Jahe.

Sejatinya, minuman satu ini sudah banyak di jual masyarakat ada yang berbentuk bubuk dan minuman jadi yang bisa langsung diminum.

Angkringan menjadi tempat yang paling banyak menawarkan minuman satu ini sebagai teman menyantap makan malam.

Satu di antaranya Angkringan Joglo milik Gutoyo yang berlokasi di setia Budi Kota Jambi.

Angkringan satu ini menghadirkan beberapa jenis wedang jahe, mulai dari wedang jahe original, wedang jahe susu dan Wedang Jahe jeruk nipis.

Gutoyo pemilik angkringan joglo mengatakan untuk menghasilkan rasa wedang jahe yang baik dia mengunakan jahe merah yang digeprek sehingga masih segar ketika di nikmati.

"Kita gunakan bahan berkualitas untuk menghasilkan rasa yang baik," ujarnya.

Untuk pemanisnya dia mengunakan gula aren khusus, sehingga menghasilkan rasa manis yang cukup berbeda jika mengunakan gula pasir biasa

Wedang jahe jeruk nipis menjadi favorit konsumen setia Angkringan ini.

Wedang jahe di angkringan joglo ini bisa di katakan cukup spesial karena menghadirkan bahan berkualitas dan cara penyajian yang khas sehingga di sukai konsumenya.

Selain itu, juga mengunakan bahan yang alami, seperti Jahe merah gula aren dan potongan jeruk.

Berbeda dari wedang jahe di tempat lain yang mana jahenya dimasak terlebih dahulu, di Angkringan joglo ini justru tidak ada proses perebusan jahe, sehingga saat dikonsumsi masih terasa segar.

Cara pembuatannya pun cukup sederhana, ambil jahe marah secukupnya lalu geprek sehingga setengah hancur kemudian dimasukan kedalam gelas dengan berukuran besar.

Lalu potong atau iris jeruk nipis sekitar dua sampai tiga irisan tipis dan masukan kedalam gelas yang telah berisi Jahe merah tadi.

Untuk memberikan rasa manis, di Angkringan ini mengunakan gula aren. Gula aren pun tidak terlalu banyak hanya secukupnya saja.

Setelah semua bahan dimasukan di dalam gelas, barulah di siram dengan air mendidih dan ditunggu beberapa menit agar saling menyatu dan sedikit dingin sehingga bisa di nikmati.

Untuk resep wedang jahe original Tribuner tinggal menghilangkan irisan jeruk nipis nya saja, sedangkan untuk wedang jahe susu, Tribunners tinggal mengganti jeruk nipis dengan susu

Resep wedang jahe sendiri tidak harus mengunakan jahe merah dan gula aren, tribunners bisa mengunakan Jahe biasa dengan gula pasir sebagai bahan utamanya.

Jahe dengan resep ini juga cukup ampuh menemani udara dingin malam apa lagi di musim pancaroba seperti saat ini.

Namu wedang jahe ala Angkringan Joglo ini memang memiliki khasiat dan citarasa khas, Selian itu dengan resep ini jika telah abis di minum tinggal di tambahkan air panas saja dan kita akan mendapatkan satu gelas wedang jahe baru tanpa harus membuat dari awal.

Selain itu, juga tidak merubah rasa dan khasiat dari satu gelas wedang jahe Refill.

Gutoyo pemilik angkringan Joglo mengatakan untuk Refill wedang jahe buatanya bisa dilakukan hingga dua kali.

"Jadi untuk satu resep wedang jahe bisa untuk tiga gelas," ujarnya.

Di Angkringan Joglo wedang jahenya di sajikan dalam gelas kaca transparan dengan ukuran yang cukup besar.

Tribunners yang ingin menikmati wedang jahe di Angkringan Joglo tentunya juga bisa menikmati berbagai makanan khas angkringan seperti sate telur puyuh, hati, ampela dan berbagai menu lainya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ainun Husain, Mahasiswa Arkeologi Cantik Salah Satu Peserta Kenduri Swarnabhumi

Baca juga: Ferdy Sambo Ajukan Banding Pemecatannya, Keluarga Brigadir Yosua: Sadar Diri

Baca juga: Kejagung Sita Tanah dan Bangunan 1.002 Hektare di Batanghari dari Tersangka PT Duta Palma Group

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved