Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Irjen Ferdy Sambo Tidak Terima Dipecat Sebagai Anggota Polri, Langsung Ajukan Banding

Irjen Ferdy Sambo yang juga tersangka kasus pembuncuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua tidak terima dipecat.

Editor: Rahimin
kompas.com
Dengan dikawal ketat anggota Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo masuk ruang sidang komisi kode etik Polri (KKEP). Irjen Ferdy Sambo Tidak Terima Dipecat Sebagai Anggota Polri, Langsung Ajukan Banding 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah melalui proses sidang yang cukup lama, akhirnya majelis sidang komisi kode etik Polri melakukan pemecatan terhadap Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo secara resmi dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari Polri melalui sidang kode etik.

Namun, Irjen Ferdy Sambo yang juga tersangka kasus pembuncuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua tidak terima dipecat.

Mantan Kadiv Propam Polri ini langsung mengajukan banding banding atas hasil putusan dari sidang kode etik tersebut.

Hal itu diungkapkan Irjen Ferdy Sambo usai pembacaan keputusan hasil sidang komisi kode etik.

"Namun mohon izin sesuai pasal pasal 69 PP 72 tahun 2022 izinkan kami untuk mengajukan banding," katanya dalam persidangan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8/2022) dini hari.

Dalam sidang ini, Irjen Ferdy Sambo mengakui kesalahannya terkait menjadi otak pembunuhan terhadap Brigadir Yosua.

"Mohon izin ketua KKEP bagaimana kami sampaikan dalam proses persidangan, kami mengakui semua perbuatan dan menyesali semua perbuatan yang kami lakukan terhadap institusi Polri," ujarnya.

Irjen Ferdy Sambo siap menerima apapun hasil keputusan dari banding yang ia ajukan.

"Apapun keputusan banding kami siap untuk melaksanakan," ujarnya.

Sidang komisi kode etik terhadap Irjen Ferdy Sambo ini buntut dari kasus pembunuhan Brigadir Yosua .

Dari hasil sidang, Polri resmi melakukan pemberhentian secara tidak hormat (PTDH) terhadap Irjen Ferdy Sambo.

Itu artinya, Irjen Ferdy Sambo dipecat dari anggota Polri.

"Menberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota polri," kata Kabaintelkam Polri Komjen Pol Ahmad Dofiri sebagai pimpinan sidang komisi kode etik tersebut, Jumat (26/8/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved