Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Pakai Perkataan yang Membangun

Bacaan ayat: Efesus 4:29 (TB) Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu,

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Karena terlalu sering kata-kata kotor yang keluar, maka ketika emosi sedang memuncak, mudah juga baginya untuk mengeluarkan kata-kata yang bisa merusak relasi.

Jika hanya sekedar terkejut dan bereaksi dengan kata-kata kotor, mungkin tidak terlalu berpengaruh bagi yang lain; atau malah dipandang lucu sehingga disambut dengan gelak tawa.

Namun ketika kata-kata kotor ditujukan kepada orang lain, tentu akan merusak hubungan dengan orang lain.

Dalam terminologi bahasa Indonesia, kata-kata kotor adalah ungkapan bagi seseorang berkata-kata tidak senonoh, jorok dan mengarah pada sikap merendahkan orang lain serendah nama binatang atau benda yang disebutkan.

Tentu dalam makna negatif atau buruk. Kepada jemaat di Efesus, Paulus memberikan nasihat, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."

Ach, mungkin terlihat terlalu sepele untuk diperhatikan! Apa hubungannya kata-kata kotor dengan karya penyelamatan Allah?

Jika hanya sebatas etika semata, mungkin terlalu sederhana untuk menjadi sebuah aturan hidup.

Bagi Paulus, karya penyelamatan Allah dalam Yesus itu mengubah kehidupan. Termasuk didalamnya segala perilaku hidup. Seseorang mengalami pembaharuan akal budi.

Kata-kata kotor menjadi cermin bahwa yang melakukannya tidak menghargai sesamanya.

Kata-kata kotor mengarah pada sikap merendahkan sesama.

Bukankah itu bertolak belakang dengan perintah untuk mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri?

Sudah seharusnya, tidak boleh lagi ada kata-kata kotor yang keluar dari mulut ketika telah hidup baru dalam Kristus.

Sebaliknya, Paulus menegaskan untuk memakai kata-kata yang membangun.

Kata-kata yang menyemangati, menyejukkan, menghargai, memotifasi dan penuh dengan ungkapan kasih.

Bukankah energi yang dikeluarkan untuk berkata itu sama? Jika demikian, mengapa tidak memilih kata-kata yang baik?

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved