Berita Sarolangun

Dinkes Sarolangun Fokus Penanganan Stunting di 10 Desa

Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun bersama Pemda setempat menggelar pertemuan Advokasi lintas sektor, dalam program rembuk stunting tahun 2022.

TRIBUNJAMBI.COM/ABDULLAH USMAN
Dinkes Sarolangun Fokus Penanganan Stunting di 10 Desa 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun bersama Pemda setempat menggelar pertemuan Advokasi lintas sektor, dalam program rembuk stunting tahun 2022.

Guna mengatasi persoalan stunting di Kabupaten Sarolangun, Dinkes Sarolangun menggelar pertemuan dan pembahasan persoalan stunting yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, dr. Irwan Miswar menuturkan, stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada seorang anak balita yang disebabkan kurangnya pasokan gizi.

Kondisi tersebut terjadi sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HKP). yang dapat menimbulkan dampak negatif pada pertumbuhan, perkembangan otak, dan juga penyakit kronis di kemudian hari.

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk dapat menurunkan kasus stunting dan sudah menjadi Program skala Nasional. Sesuai dengan instruksi Presiden RI.

"Berdasarkan data riset Nasional SSGI pada tahun 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Sarolangun yaitu 27.5 persen dan menurun menjadi 21.4 persen pada tahun 2021," ujarnya.

Meski demikian lanjutnya, menurut standar WHO prevalensi ini masih terbilang cukup tinggi. Dan menjadi perhatian serius Kabupaten, untuk mencapai target penurunan stunting di tahun 2024 menjadi 11 persen.

Sebelum Nya, tim TPPS Kabupaten Sarolangun telah menetapkan 10 Desa yang menjadi lokus stunting, berdasarkan data WHO (Prevalensi) balita stunting lebih dianka 20 persen.

Diantaranya Desa Tanjung Raden, pulau pandan, kampung tujuh, moenti, teluk rendah, temenggung, pulau aro, batu putih, sekamis, dan ranggo.

Sementara itu Pj Bupati Sarolangun Hendrizal berharap dinas terkait agar dapat memberikan data yang valid terkait angka stunting sehingga intervensi yang dilakukan agar dapat tepat sasaran.

Selin itu juga dukungan pemerintah daerah tak kalah lebih benting, terutma supor terkait anggaran dalam kelancaraan program.

"Kita juga meminta suport dari pihak DPRD sebagai pemangku anggaran, intinya komitmen besama sangat oenting demi tercapainya penurunan angka stunting di sarolangun, " pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kepala Balai BPTD Wilayah V Jambi: ODOL Tidak Diperbolehkan

Baca juga: BPTD Wilayah V Jambi Menggelar Acara Puncak Penutupan Pekan Keselamatan Jalan

Baca juga: Meski Minta Maaf, Anggota DPRD Kota Palembang yang Pukul Wanita di SPBU Akhirnya Ditangkap

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved