Inflasi di Jambi Tinggi, BPS Paparkan Komoditi Penyumbangnya

Agus Sudibyo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mengatakan inflasi paling tinggi terjadi pada makanan, minuman, dan tembakau.

Tribunjambi/Rara
Agus Sudibyo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Agus Sudibyo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mengatakan inflasi paling tinggi terjadi pada makanan, minuman, dan tembakau.

"Jadi bahan-bahan yang mengalami inflasi itu sepanjang tahun kalender yang year on year memang inflasinya paling tinggi," ungkap Kepala BPS Provinsi Jambi, Jumat (19/8/22).

Kata Agus, inflasi tersebut terdapat dua digit, yaitu 14 persen dan 18 persen.

Jadi, komoditas-komoditas yang menyumbangkan inflasi sepanjang tahun akibatkan inflasi di Provinsi Jambi tinggi pertama yaitu cabai merah.

Setelah cabai merah, menyusul angkutan udara, bawang merah, bahan bakar rumah tangga dengan contoh gas elpiji beragam ukuran naik.

Selanjutnya harga mobil juga terjadi kenaikan, kemungkinan disebabkan adanya kenaikan harga sawit membuat petani sedikit banyak membeli mobil.

Baca juga: Kepala BPS Provinsi Jambi Akui Inflasi Terjadi Sesuai Kata Presiden

Ikan nila, minyak goreng yang harganya naik serta adanya kelangkaan, cabai rawit menyusul, rokok kretek filter, dan telur ayam ras.

Harga-harga yang naik bisa jadi karena kelangkaan suplai, maupun tersendatnya distribusi membuat pengaruh besar terhadap inflasi.

Bicara soal inflasi tahunan yang terjadi, kata Agus bahwa komoditasnya masih sama saja.

Solusi sudah digerakkan BPS Provinsi Jambi bersama dinas-dinas tentang bagaimana menanam cabai di pekarangan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved