Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Transaksi Uang Keluar dari Rekening Brigadir J Ternyata ke Bripka RR, Polisi Ngaku Belum Ada Info

jumlah uang keluar yang ditransfer ke rekening satu tersangka pembunuhan Brigadir J, yakni Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR sebesar Rp 200 juta.

Editor: Suci Rahayu PK
Kolase
Irjen Ferdy Sambo dan para ajudannya. Terkuak obrolan Irjen Ferdy Sambo kepada Bharada E dan Bripka RR sebelum Brigadir J tewas ditembak. Bharada E akhirnya lepaskan 3-4 tembakan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pihak kepolisian memberi tanggapan soal adanya transaksi uang keluar dari rekening Brigadir J alias Brigadir Yosua tiga hari setelah kematiannya.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak membongkar adanya transaksi uang keluar dari rekening Brigadir J.

Kabarnya jumlah uang keluar yang ditransfer ke rekening satu tersangka pembunuhan Brigadir J, yakni Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR sebesar Rp 200 juta.

Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob Polri pada Sabtu (6/8/2022) malam dan ditempatkan di tempat khusus.
Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob Polri pada Sabtu (6/8/2022) malam dan ditempatkan di tempat khusus. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Transaksi uang keluar itu terjadi pada Senin (11/7/2022) atau tiga hari setelah Brigadir J dinyatakan tewas dengan luka tembak.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya belum mendapat laporan mengenai dugaan tersebut.

"Belum ada info," ucap Dedi dikutip Tribunnews.com, Kamis (18/8/2022).

"Coba tanyakan ke PPATK dulu," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustianandana mengaku jika pihaknya sudah melakukan langkah penanggulangan.

PPATK sudah membekukan rekening Brigadir J agar tak terjadi transaksi serupa.

Baca juga: Kuasa Hukum Brigadir J Akan Laporkan Hoaks, Pencurian hingga Halangi Penyidikan, Siapa Dilaporkan?

Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak akan Laporkan Benny Mamoto hingga Mantan Kapolres Jaksel atas Kasus Hoaks

Penelusuran terkait dugaan tersebut juga sudah langsung diproses saat ini.

"Ya sudah (kita telusuri). Bahkan kita sudah melakukan langkah antisipatif terhadap rekening-rekening tersebut (dengan-red) pembekuan rekening," ujar Ivan pada Kamis (18/8/2022).

Selain Brigadir J, PPATK juga membekukan sejumlah rekening lainnya.

Namun, Ivan tak membeberkan rekening siapa saja yang dibekukan.

Saat ditanya apakah rekening Ferdy Sambo dan ajudannya ikut dibekukan, PPATK tak memberikan jawaban.

"(Ada pembekuan rekening) para pihak, saya tidak bisa sebutkan," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved