Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Mengajarkan tentang Firman Allah
Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 18:11 (TB) Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah
Mengajarkan tentang Firman Allah
Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 18:11 (TB) Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Sebuah generasi, mempunyai tanggung jawab untuk mengajarkan tentang kehidupan kepada generasi berikutnya.
Bahkan Gajah yang bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah yang lain, dengan jarak yang sangat jauh: juga mengajarkan ketrampilan kepada para anggotanya kelompoknya tentang upaya untuk bertahan hidup.
Gajah senior (sebutlah demikian), akan memberitahukan jalur yang bisa dilalui. Jalur tersebut memberikan jaminan tentang ketersediaan makanan dan minuman yang dibutuhkan selama masa migrasi. Cara mendapatkan sumber air diajarkan.
Pada tempat tertentu yang terlihat gersang, mereka harus menggali sampai ditemukan sumber air. Jenis tumbuhan tertentu akan dipilih disepanjang jalur migrasi agar kelompok tidak kelaparan.
Manusia dalam hal ini lebih canggih. Sebuah generasi akan mewariskan budaya yang terus dikembangkan oleh generasi berikutnya. Ilmu pengetahuan terus mengalami perkembangan dan kemajuan.
Melalui proses pengajaran, sebuah generasi mewarisi budaya dan ilmu pengetahuan. Berhadapan dengan konteks yang dinamis, budaya dan ilmu pengetahuan dikembangkan dari generasi ke generasi. Terjadi inovasi agar kehidupan terus berkelanjutan.
Dalam perjalanan nya, di Korintus Paulus tinggal. Ia tidak nganggur dan berpangku tangan. Ia mengajarkan tentang Firman Allah. Kehadirannya sebagai seorang guru, melakukan tugas pokok yang diembannya yaitu mengajar.
Menarik untuk diperhatikan bahwa Kisah Para Rasul memberikan catatan khusus tentang Paulus. Bermula sebagai penganiaya jemaat sampai akhirnya mengalami pertobatan dan berbalik menjadi pemberita Injil, cukup menyita perhatian banyak orang sezamannya.
Tiga kali kisah perjalanannya mengunjungi para jemaat di tempat lain membuahkan banyak surat pastoral yang mengajarkan jemaat tentang kebenaran.
Setiap dinamika dan pergumulan kehidupan iman, dijawabnya dalam terang Firman Tuhan. Dan dengan cara yang cerdas, memakai setiap kesempatan untuk memberitakan tentang Injil kepada setiap orang, meskipun pada akhirnya penjara menantinya. Bahkan di penjara sekalipun tidak menghalangi nya untuk tetap mengajar.
Dinding penjara tidak menghalangi nya untuk tetap menulis surat yang ditujukan kepada jemaat-jemaat.
Semangat Paulus untuk terus mengajar, menjadi teladan baik bagi umat disepanjang sejarah. Pertanyaan penting hari ini adalah apakah saya sudah mengajar? Banyak yang salah paham tentang mengajar. Seakan mengajar hanya terkait dengan intelektualitas semata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)