Begini Penjelasan Pihak RSUD Tebo soal Pasien yang Tak Diberikan Obat Saat Pulang

Endawati kecelakaan di jalan dan pingsan sehingga dilarikan ke IGD RSUD STS Tebo untuk mendapatkan pertolongan.

Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
Begini Penjelasan Pihak RSUD Tebo soal Pasien yang Tak Diberikan Obat Saat Pulang
Tribunjambi/Hendro Sandi
RSUD STS Tebo

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA TEBO- Endawati salah satu pasien rawat inap di RSUD Sulthan Thaha Saifuddin Tebo tidak diberi obat penyerta pada saat pulang dari RSUD Tebo.

Kejadian bermula pada saat Endawati Rabu (18/8/2022) mau pergi mengikuti perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) RI. Namun nahas dirinya mengalami musibah kecelakaan di jalan.

Pada saat kecelakaan Endawati pingsan dan dilarikan ke IGD RSUD STS Tebo untuk mendapatkan pertolongan. Namun dokter menyarankan dirinya dirawat di rumah sakit tersebut.

Endawati dirawat di RSUD selama semalam. Pada Kamis (18/8/2022) Endawati minta pulang, namun dokter tidak mengizikan pasien untuk pulang dengan alasan kondisi pasien masih belum pulih.

Namun pasien beranggapan dirinya baik-baik saja. Dan akhirnya pasien pulang atas permintaan sendiri dan mengeluarkan biaya Rp1,2 juta.

Namun pasien tidak diberikan resep dan obat penyerta apapun. Pasien pun pulang tidak membawa apa-apa.

Baca juga: Jadi Irup HUT RI Ke-77 Pj Bupati Tebo Ajak Masyarakat Bangkit Agar Pulih Bersama

Dr Oktavieni Direktur RSUD STS Tebo saat dikonfirmasikan Kamis (18/8/2022) membenarkan adanya pasien atas nama Endawati.

"Benar ada pasien Endawati yang dirawat di rumah sakit minta pulang atas permintaan sendiri," kata Oktavieni.

Kata Dirut, rahang pasien retak, dan informasi yang ia terima dari dr spesialis yang menangi pasien memang benar tidak dikasih obat penyerta karena pasien belum dibolehkan pulang.

Namun dr spesilis menyarankan ke pasien untuk mengambil resep kembali kerumah sakit untuk membeli obat anti nyeri dan bengak di apotek luar.

Baca juga: Khalis Mustiko Terima SK Sebagai Ketua DPD Golkar Tebo di Momen HUT RI ke 77

Menurut dr spesialis yang menangani pasien, lanjut Dirut, seharusnya pasien belum boleh pulang karena kondisinya belum pulih dan sudah diperiksa ronsen ternyata rahangnya retak.

"Tadi saya udah konfirmsi dokternya, kalau ibunya ngak tahan sakit atau nyeri datang aja ke rumah sakit, kita kasih resep bisa dibeli di apotek di luar," kata Dirut.(Tribunjambi.com/Sopianto)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved