Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Ferdy Sambo Lapor Tewasnya Brigadir J sambil Nangis, Kapolri Sudah Duga ada Pelanggaran Pasal 340

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata sudah menduga jika tewasnya Brigadir J alias Brigadir Yosua karena pembunuhan berencana.

Editor: Suci Rahayu PK
Kolase
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menduga ada pelanggaran pasal 340 saat pertama kali mendengar laporan Brigadir J meninggal dunia di rumah dinas Ferdy Sambo, pada 8 Juli 2022 lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata sudah menduga jika tewasnya Brigadir J alias Brigadir Yosua karena pembunuhan berencana.

Hal ini diungkapkan Penasihat Ahli Kapolri, Prof Hermawan Sulistyo di program Catatan Demokrasi TV One.

Awalnya kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan jika Ferdy Sambo sendiri yang melapor ke Kapolri terkait tewasnya Brigadir J.

Tangis haru ibu Brigadir Yosua, Rosti Simanjutak pecah saat acara peringatan HUT RI ke-77 di pemakaman Brigadir Yosua, Rabu (17/8/2022).
Tangis haru ibu Brigadir Yosua, Rosti Simanjutak pecah saat acara peringatan HUT RI ke-77 di pemakaman Brigadir Yosua, Rabu (17/8/2022). (Tribunjambi/Danang)

"Begitu dibunuh Brigadir J, tanggal 8, FS ini menemui Kapolri," ucap Kamaruddin Simanjuntak.

Saat menemui Kapolri, lanjut Kamaruddin Simanjuntak, Ferdy Sambo melapor sambil berpura-pura menangis.

Ferdy Sambo menyampaikan ke Kapolri jika Brigadir J tewas karena adu tembak dengan Bharada E.

Rupanya skenario ini sudah dipersiapkan Ferdy sambo bersama Eks Staf dan Penasihat Ahli Kapolri, Fahmi Alamsyah.

"Pura-pura menangis, pura-pura menjadi korban," kata Kamaruddin Simanjuntak.

Namun skenario Ferdy Sambo dan Fahmi Alamsyah terbongkar, dan diketahui jika Brigadir J tewas ditembak Ferdy Sambo Cs.

Baca juga: Pengakuan Bharada E Berubah Lagi Soal Posisi Tangan Brigadir J Saat Dieksekusi

Baca juga: Tangis Ibu Brigadir Yosua Pecah di Pemakaman: Jadi Pahlawan Kau Sayangku!

Tak berselang lama Fahmi Alamsyah akhirnya mundur dari jabatannya, lalu Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Penasihat Ahli Kapolri, Prof Hermawan Sulistyo membenarkan pernyataan Kamaruddin Simanjuntak yang mengatakan Ferdy Sambo melaporkan tewasnya Brigadir J ke Kapolri.

"Iya melapor, kalau ada tembak-tembakan," kata Hermawan Sulistyo.

"Kapolri juga dibohongi oleh Ferdy Sambo?" tanya pembawa acara.

"Iya, itu kan malam, " tegas Hermawan Sulistyo.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved