Lestarikan Seni Budaya, Puluhan Anak Muda di Tanjabtim Belajar Kelintang Perungu Bersama Maestro

Puluhan anak muda diajarkan maestro dan sesepuh seniman Kelintang Perunggu, Aisyah dalam upaya melestarikan kekayaan seni budaya Jambi.

Tribunjambi/Rifani
Puluhan anak muda diajarkan maestro dan sesepuh seniman Kelintang Perunggu, Aisyah dalam upaya melestarikan kekayaan seni budaya Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Sebanyak 20 anak muda pegiat seni budaya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama seminggu Belajar Bersama Maestro (BBM) dalam upaya melestarikan kekayaan seni budaya Jambi.

Puluhan anak muda itu, diajarkan maestro dan sesepuh seniman Kelintang Perunggu, Aisyah dalam upaya melestarikan kekayaan seni budaya Jambi.

Penyelenggaraan BBM di Tanjung Jabung Timur dilaksanakan secara luring yang berlangsung dari tanggal 8-14 Agustus 2022 di Gedung Nasional, Tanjung Jabung Timur.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin menyebutkan, program pembelajaran sejumlah pegiat seni budaya muda akan belajar dan bertukar pengetahuan tokoh seni budaya (Maestro) yang memiliki pengetahuan, pengalaman, wawasan, dan keterampilan yang mendalam. 

"Program ini diharapkan menjadi simpul utama dalam penyebaran, pertukaran nilai dan pengetahuan serta ajang pembelajaran bagi sumber daya manusia kebudayaan, sehingga kelak mereka akan menjadi pelopor dalam upaya pemajuan kebudayaan," sebutnya, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: M Khairil Anggota DPRD Provinsi Jambi Hadiri Syukuran Selar Seni Budaya Wayang di Singkut

Lanjutnya, penyelenggaraan BBM luring ini merupakan lanjutan dari BBM daring yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2022.

"Penyelenggaraan BBM luring secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Nasrul Effendi," katanya.

Dia menjelaskan, alay musik kelintang perunggu ini merupakan seni musik khas orang Melayu Timur yang menghuni kawasan sekitar Pantai Timur Sumatera, seperti Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat di Provinsi Jambi dan Indragiri Hilir di Provinsi Riau.

Komposisi alat musik Kelintang Perunggu terdiri atas Kelintang Perunggu, dua gendang Panjang, dan gong. Ketika Dimainkan, komposisi alat musik yang dominan adalah Kelintang Perunggu. Oleh karena itu, secara umum instrumen yang dimainkan oleh seni musik ini dinamakan Kelintang Perunggu.

Baca juga: KPU Tanjabtim Antisipasi Parpol Catut Nama Warga, Haris: Bisa Kita Bantu Cek

Lebih lanjut, Judi menambahkan, penyelenggaraan dilaksanakan di Tanjung Jabung Timur dengan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Kelintang Perunggu dengan Maestro Nenek Aisyah.

"Penyelenggaraan BBM di Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan bentuk pendukungan Kegiatan Kenduri Swarnabhumi yang berupaya untuk memajukan kembali budaya dari daerah-daerah aliran Sungai Batanghari," jelasnya.

Selain itu, penyelenggaraan BBM di Tanjung Jabung Timur dengan OPK Kelintang Perunggu bertujuan untuk melestarikan kesenian tersebut yang sudah hampir punah.

Selama kurang lebih tujuh hari, 20 peserta akan belajar  bersama maestro Kelintang Perunggu dengan harapan para pegiat seni budaya muda tersebut dapat menjadi pelopor untuk melestarikan dan memajukan Kelintang Perunggu.

Baca juga: Pemkab Tanjabtim Bakal Gelar Sejumlah Perlombaan untuk Meriahkan HUT RI ke-77

(Tribun Jambi / Rifani Halim)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved