Rabu, 20 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perang Rusia Ukraina

80 Ribu Pasukan Rusia Jadi Korban Serangan di Ukraina

Artikel ini membahas 80.000 orang Rusia tewas dan sebagian  terluka selama invasi di Ukraina.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
(FILIPPO MONTEFORTE / AFP)
Tentara Rusia berpatroli di Perevalnoye Ukraina. Rusia bertindak tegas terhadap tentaranya yang ogah perang di Ukraina 

TRIBUNJAMBI.COM - Dilaporkan sebanyak 80.000 pasukan Rusia tewas dan sebagian  terluka selama invasi di Ukraina.

Menurut pejabat Pentagon hingga 80 ribu pasukan Rusia jadi korban Invasi yang dilakukan negaranya di Ukraina.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Pentagon, Colin Kahl dikutip dari aljazeera.

Sebelumnya dilaporkan Rusia dilaporkan memilih menggunakan relawan dan tentara bayaran untuk perang di Ukraina.

Dalam berbagai postingan tentara bayaran dari relawan dibutuhkan Rusia.

Bahkan relawan tak perlu banyak pengalaman untuk melawan Ukraina, CNN melaporkan.

Diprediksi ada 30.000 sukarelawan mungkin dimobilisasi untuk melengkapi barisan Rusia yang terkuras oleh pertempuran selama lima bulan.

Tentara bayaran itu kemungkinan akan dirikirm ke wilayah Donbas timur.

Pekan lalu, Richard Moore, kepala MI6, dinas intelijen rahasia Inggris mengatakan, Rusia akan semakin sulit untuk memasok tenaga kerja, bahan selama beberapa minggu ke depan.

Batalyon ini adalah salah satu cara untuk menambah tenaga militer Rusia.

Rusia membidik daerah yang lebih miskin dan lebih terisolasi, menggunakan iming-iming uang cepat.

Kateryna Stepanenko, peneliti Rusia di Institute for the Study of War di Washington, mengatakan beberapa batalyon akan mengambil bagian secara eksklusif dalam dukungan tempur dan operasi dukungan tempur, seperti batalyon logistik atau sinyal.

Sementara yang lain akan memperkuat unit militer yang sudah ada sebelumnya atau membentuk batalyon tempur.

Pelatihan jangka pendek tidak mungkin mengubah sukarelawan tanpa pengalaman sebelumnya menjadi tentara yang efektif di unit mana pun.

"Kremlin dilaporkan memerintahkan semua 85 subjek federal Rusia (wilayah Federasi Rusia ditambah Krimea dan Sevastopol yang diduduki) untuk merekrut batalyon sukarelawan untuk menghindari menyatakan mobilisasi sebagian atau penuh di Rusia," kata Stepanenko.

Tetapi daerah diharapkan untuk membantu mendanai perekrutan, yang katanya menempatkan beban berat pada anggaran daerah.

Krasnoyarsk di Siberia, misalnya, harus menyisihkan sekitar $2 juta (sekitar Rp 29,6 miliar) untuk proyek tersebut, kata Stepanenko.

Baca Artikel Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Lelah Perang, Presiden Ukraina Berharap China Bujuk Rusia Akhiri Invasi

Baca juga: Ukraina Pukul Mundur Tentara Rusia, 20 Pasukan Putin Dilaporkan Tewas

Baca juga: Benarkah Amerika Serikat Terlibat Langsung pada Perang Ukraina-Rusia?

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved