Sabtu, 23 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Tanggapan Keluarga Brigadir Yosua Terkait Surat Bharada E

Tanggapan Keluarga Brigadir Yosua Terkait Surat Bharada E: "Kami memaafkan orang yang meminta maaf. Tapi proses hukum tetaplah berjalan," ujar Roslin

Tayang:
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/RULIANTO
Ilustrasi. Cover Liputan Khusus Tribun Jambi 30 Hari Mencari Kebenaran. Keluarga Brigadir Yosua memaafkan Bharada E, namun proses hukum diminta tetap jalan sebagaimana mestinya, Minggu (7/8/2022) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat mengaku telah mendapat informasi tentang adanya surat dari Bharada E.

Mereka mengetahui soal surat dari Bharada E yang berisi belasungkawa dan permintaan maaf itu dari pemberitaan di media massa.

"Kami tahu dari media ya. Suratnya kami belum dapatkan," kata Roslin Simanjuntak, Bibi almarhum Brigadir Yosua, kepada Tribun, Minggu (7/8/2022) malam.

Terkait pernyataan Bharada E melalui kuasa hukumnya, Deolipa Yusmara, yang menyebut ada permintaan maaf untuk keluarga, Roslin bilang keluarga pun memaafkannya.

"Kami memaafkan orang yang meminta maaf. Tapi proses hukum tetaplah berjalan," ujar Roslin.

Pihak keluarga juga berharap agar Bharada E mau benar-benar terbuka, supaya kisah yang sesungguhnya di Duren Tiga Jakarta Selatan terungkap sesuai faktanya.

Bagi keluarga, meninggalnya Yosua Hutabarat adalah kehilangan yang sangat besar, dan hingga kini mereka masih sangat berduka.

Bahkan ibu Brigadir Yosua, ucapnya, hingga kini kondisinya belum juga bisa pulih seperti sedia kala.

Baca juga: Brigadir RR Terancam Hukuman Mati, Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua

"Kakak kami seperti trauma. Kalau dengar ada bunyi atau suara yang kuat, dia langsung kaget, kadang histeris," ungkapnya.

Sementara ayah Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat, pada kesempatan berbeda menyebut hingga kini istrinya masih sering menangis.

"Dia menangis setiap meliht foto anaknya. Dia bangun tengah malam, lihat foto Yosua, dia menangis," ungkap Samuel.

Dijelaskannya, Yosua adalah anak yang sangat mereka sayangi, dan Yosua juga sosok yang sayang pada keluarga.

Makanya kenangan indah yang selama ini ditinggalkan Yosua, tidak bisa dengan mudah untuk dilupakan, terlebih oleh ibunya.

Diberitakan sebelumnya, Bharada E yang bernama lengkap Richard Eliezer Pudihang Lumiu menulis surat untuk keluarga Brigadir Yosua Hutabarat.

Surat yang ditulis tangan di atas kertas HVS putih itu diserahkan Bharada E kepada kuasa hukumnya, Deolipa Yumara.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved