Pengeroyokan di SMA Titian Teras

Tim PPA Turun ke SMA TT Jambi, Terungkap Korban Pengeroyokan Hanya Satu Orang

DP3AP2 Provinsi Jambi turun langsung ke SMA Titian Teras Jambi terkait dengan adanya pengeroyokan yang terjadi antara siswa.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Zulkipli
Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengandalian Penduduk Provinsi Jambi, Luthpiah 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi turun langsung ke SMA Titian Teras Jambi terkait dengan adanya pengeroyokan yang terjadi antara siswa Kelas XII kepada siswa kelas XI.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas DP3AP2, Luthpiah saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (5/8). Luthpiah menyebut bahwa tim dari Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) telah datang ke SMA TT Jambi.

Luthpiah mengungkapkan bahwa dalam pengeroyokan ini yang menjadi korban adalah satu orang. Sementara untuk jumlah pelaku pengeroyokan dikatakan oleh Luthpiah lebih dari beberapa orang, karena menurutnya hal tersebut tidak ditanyakan pada saat kunjungan, karena fokus pada pendalaman korban.

"Tadi pagi tim kita dari PPA sudah turun ke SMA Titian Teras terkait dengan pengeroyokan anak-anak itu. Memang benar pengeroyokan itu dilakukan oleh kakak kelas kepada adik kelas, itu korban satu orang," ungkapnya.

Baca juga: Akibat Pengeroyokan di SMA TT Jambi, Sejumlah Siswa Dikabarkan Alami Luka Lebam hingga Sakit

Lebih lanjut dikatakan oleh Luthpiah saat ini siswa yang menjadi korban pengeroyokan tersebut kembali ke rumahnya. Disisi lain, pada pembicaraan dengan pihak sekolah, akan ada sanksi yang diberikan kepada pelaku pengeroyokan.

"Kita belum tahu juga sanksinya seperti apa. Kalau juga nanti sanksinya dikeluarkan anak-anak itu, kita harus juga mikir apakah sekolah lain siap menerima anak-anak yang bermasalah tersebut. Itu yang juga harus kita pikirkan," terangnya.

"Tim kita juga sudah menyampaikan kepada kepala sekolah seperti itu. Karena tidak semudah itu kita mengeluarkan anak tersebut tanpa solusi, apalagi ini anak kelas XII. Apalagi mereka kan sudah mau persiapan ujian, makanya tadi kita sampaikan seperti itu," tambahnya.

Luthpiah menyebut bahwa jika memang nantinya akan ada sanksi tegas berupa pemberhentian siswa pihak sekolah juga harus bijaksana memikirkan solusi terbaik kepada siswa tersebut. Karena menurutnya jika diberhentikan tanpa ada solusi, maka ini akan menimbulkan masalah baru.

Baca juga: Disdik Jambi Belum Tahu Penyebab dan Jumlah Siswa yang Terlibat Pengeroyokan di SMA TT Jambi

"Kita tidak jnginkan anak itu diberhentikan namunmereka tidak tahu di mana, malah ini menjadi masalah baru lagi. Tadi makanya kita minta pihak sekolah harus bijaksana menyikapi ini," ucapnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved