Membangun Harapan Petani Tanaman Pangan Jambi
NTP dibawah 100 artinya petani mengalami defisit. Kenaikan harga barang produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang/jasa
Membangun Harapan Petani Tanaman Pangan Jambi
Penulis : Budi Hartono, S.ST, M.Si.
(Statistisi Ahli Muda, BPS Provinsi Jambi)
TRIBUNJAMBI.COM - Sejak awal tahun hingga Juli 2022, para petani tanaman pangan yang diantaranya adalah petani padi dan palawija, menjalani hari-hari dengan senyum getir.
Hal ini karena subsektor tanaman pangan yang masih nampak lesu, salah satu indikatornya adalah nilai tukar petani (NTP) subsektor ini yang selalu dibawah 100 dan dalam tujuh bulan terakhir terus tergerus mengalami penurunan.
NTP di bawah 100 artinya petani mengalami defisit. Kenaikan harga barang produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang/jasa konsumsi dan biaya produksi. NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani.
NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
NTP mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga. Angka NTP menunjukkan tingkat daya saing produk pertanian dibandingkan dengan produk lain. Atas dasar ini upaya produk spesialisasi dan peningkatan kualitas produk pertanian dapat dilakukan.
NTP subsektor tanaman pangan, yang didalamnya dibangun oleh petani padi dan palawija, pada bulan Januari 2022 tercatat sebesar 99,27. Kemudian turun 0,16 persen di Februari 2022 menjadi 99,12.
Pada Maret 2022 turun 1,75 persen menjadi 97,38. Pada April 2022 turun kembali sebesar 1,99 persen menjadi 95,44.
Pada Mei 2022 turun 0,20 persen menjadi 95,25 lalu turun kembali di Juni 2022 sebesar 0,19 persen menjadi 95,07. Dan pada Juli 2022 turun lagi 0,98 persen di angka indeks 94,14.
Jika dibandingkan dengan subsektor lain, NTP Subsektor tanaman pangan adalah yang paling rendah. NTP Januari - Juli 2022 Provinsi Jambi lebih tinggi 9,97 persen dibandingkan NTP tahun 2021 pada periode yang sama.
Perubahan tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 11,90 persen. Sementara itu, Subsektor Tanaman Pangan mengalami penurunan terendah, yaitu sebesar 0,78 persen.
NTP Januari - Juli 2022 tertinggi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yakni sebesar 144,70 dan terendah terjadi pada Subsektor Tanaman Pangan sebesar 96,49.
Urgennya Melindungi Hak-Hak Petani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/03082022-BPS-Provinsi-Jambi.jpg)