Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Makin Pedas, Si Cabai Merah Bungo

Bungo kembali mengalami inflasi, yaitu sebesar 1,05 persen. Jika dilihat lebih rinci, diketahui cabai merah merupakan komoditas penyebab utamanya.

Editor: Rahimin
Istimewa
Petugas Survei Harga Konsumen BPS Kabupaten Bungo sedang melakukan pengumpulan data harga di Pasar Bungur. 

Komoditas tersebut masing-masing memiliki bobot terhadap inflasi. Cabai merah termasuk dalam lima belas besar komoditas dengan bobot paling besar dalam penghitungan inflasi Bungo.

Komoditas ini tergabung dalam kelompok bahan makanan di mana perannya dalam kelompok tersebut berada pada urutan ke dua setelah komoditas beras. Bobot beras sebesar 4,65 persen dan bobot cabai merah sebesar 1,65 persen.

Artinya, jika terjadi perubahan harga sedikit saja pada komoditas tersebut, baik itu kenaikan harga atau pun penurunan harga, maka akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan inflasi Bungo.

Besarnya peran kelompok bahan makanan, termasuk cabai merah menunjukkan bahwa Bungo masih tergolong sebagai kota yang bergantung tinggi terhadap komoditas primer.

Peran pemerintah sebagai pihak yang mengendalikan harga menjadi lebih dibutuhkan pada masa ini.

Pemerintah Kabupaten Bungo sudah menaruh perhatian lebih terhadap kenaikan harga terutama beberapa kebutuhan pokok seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, dan sebagainya.

Beberapa kali rapat pengendalian harga bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Bungo telah digelar.

Berbagai  pemangku kepentingan sudah melaporkan alasan kenaikan harga dan diikuti strategi pengendalian harga di pasar.

Tujuannya tidak hanya untuk membantu meringankan beban konsumsi masyarakat Bungo, tetapi juga melindungi petani lokal agar tetap sejahtera di tengah kenaikan harga-harga kebutuhan pertaniannya.

Namun usaha pemerintah ini perlu ditingkatkan lagi dan tentunya perlu mendapat dukungan dari pemangku kepentingan lain seperti pelaku usaha.

Selain itu, pemerintah daerah juga dapat menjalin kerja sama antarwilayah penghasil utama komoditas pokok, seperti cabai merah.

Kerja sama tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan permintaan dalam wilayah Bungo.

Tentunya ditunjang pula dengan infrasturkur yang memadai sehingga distribusi bahan pokok tersebut tetap lancar.

Ketidaklancaran distribusi bisa menyebabkan kenaikan harga di masa mendatang.

Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga dapat mengambil peran dalam hal bagaimana menyiasati kenaikan harga cabai merah.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved