Penembakan di Semarang
Sebelum Tewas, Kopda Muslimin Dalang Penembakan Istri di Semarang, Tulis Surat Wasiat untuk Anaknya
Pasca tewasnya Kopda M alias Kopda Muslimin, dalang dibalik penembakan istrinya sendiri di Semarang beberapa waktu lalu, Pomdam IV Diponegoro temukan
TRIBUNJAMBI.COM - Pasca tewasnya Kopda M alias Kopda Muslimin, dalang dibalik penembakan istrinya sendiri di Semarang beberapa waktu lalu, Pomdam IV Diponegoro temukan surat wasiat yang ditulis Kopda Muslimin.
Menurut pihak TNI, surat wasiat Kopda Muslimin yang ditulis dengan tangannya sendiri itu ditujukan untuk anak-anaknya.
Kini, surat wasiat Kopda Muslimin telah diserahkan kepada pihak keluarga oleh Wadan Pomdam IV Diponegoro Letkol CPM Muhammad Choirun, Senin (1/8/2022) di Semarang.
Surat wasiat itu ditemukan di kantong celana Kopda Muslimin saat proses evakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara.
"Ini ditemukan di saku celana almarhum. Tertulis untuk anaknya, jadi kami serahkan ke keluarga", kata Wakil Komandan Pomdam IV Diponegoro Letkol CPM Muhammad Choirun usai prosesi serah terima.
Baca juga: Apa DibalikTewasnya Brigadir J? 25 Hari Belum Ada Tersangka, 2 Jenderal Sebut Kasus Mudah Diungkap
Baca juga: Zulkifli Hasan Pastikan Harga Sawit Naik Jadi Rp2.000 Minggu Depan
Surat wasit Kopda Muslimin diterima oleh Windarti, ibu dari Rina Wulandari yang juga mertua dari Kopda Muslimin.
Terkait isi surat, pihak TNI mengaku tidak mengetahuinya.
Diketahui, Kopda Muslimin menjadi otak percobaan pembunuhan istrinya, Rina Wulandari. Dia sewa empat eksekutor untuk menembak istrinya dengan upah Rp 120 juta.
Penembakan itu dilakukan eksekutor di depan rumah Kopda Muslimin dan Rina Wulandari.
Kini, Rina Wulandari berada di rumah sakit setelah mendapatkan 2 luka tembakan di perut.
Dia sempat mengantar istrinya ke rumah sakit setelah insiden penembakan. Kopda Muslimin kemudian meminta uang kepada mertuanya untuk biaya berobat istrinya, namun belakangan diketahui jika itu adalah uang Kpda Muslimin sendiri.
Dan dia meminta tolong mertuanya untuk mengambilkan uang dan diberikan kepada Kopda Muslimin melalui seortang suruhannya.
Ternyata uang sebesar Rp 210 juta itu dipakai untuk membayar para penembak yang disuruh untuk membunuh istrinya.
Para eksekutor akhirnya berhasil diringkus Polda Jateng. Kopda Muslimin yang mengetahui hal tersebut, langsung menghilang.
Sekitar satu minggu menjadi buronan polisi dan TNI, Kopda Muslimin pulang ke rumah orangtuanya di Kendal.