Tahun Baru Islam 1444 H
Hukum Hanya Mengerjakan Puasa Tasua atau Asyura Saja, Ini Kata Ustaz Abdul Somad
Hukum hanya mengerjakan Puasa Asyura atau Tasua di Bulan Muharram? ini kata Ustaz Abdul Somad,
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Bolehkah hanya mengerjakan Puasa Asyura atau Tasua di Bulan Muharram? ini kata Ustaz Abdul Somad,
Dianjurkan mengerjakan Puasa Asyura atau Tasua di Muharram, sebab banyak keutamaan di dalamnya.
Dikutip dari dari Youtube TAMAN SURGA. NET, Ustadz Abdul Somad menjelaskan Puasa Tasua dan Puasa Asyura.
Menurutnya Bulan Muharram yang paling baik adalah tanggal 9, 10, 11.
Jika meraasa tak kuat maka dapat mengerjakan Puasa Tasua dan Puasa Asyura yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.
"Jangan sama puasanya dengan puasa Bani Israil, 'bedakan puasamu dengan puasa orang Yahudi', orang Yahudi itu puasanya cuma tanggal 10 saja. Maka supaya kita beda dengan Yahudi, puasa 9, 10, 11 kalau tak sanggup pilih dua hari saja 9 - 10," jelas Ustadz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad di kesempatan lain menjelaskan keutamaan Puasa Tasua dan Puasa Asyura.
"Dosa besar dan kecil. Adapun hutang, piutang, harta orang yang termakan tak dapat ditebus Puasa Asyura," tegasnya.
Rasulullah Saw melaksanakan Puasa Asyura pada 10 muharram.
Saat Rasul hijrah di Madinah, beliau tetap melaksanakannya dan memerintahkan untuk melaksanakannya.
Terdapat sebuah riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah bertemu dengan sekelompok Yahudi di Madinah.
Rasulullah mendapati mereka sedang menjalankan Puasa pada tanggal 10 muharram.
"Rasulullah bertanya, 'Puasa apa yang kamu lakukan ini?'
Mereka menjawab, 'Pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Akhirnya Nabi Musa Puasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur.'
Mendengar jawaban itu, Rasulullah berkata, 'Kami lebih berhak atas Puasa Musa daripada kalian.' Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk Puasa." (HR Ibnu Majah)
Puasa Asyura ini juga untuk memperingati peristiwa yang terjadi di hari yang sama, 10 muharram.
Pada tanggal 10 muharram, Nabi Musa AS diselamatkan Allah SWT dari kejamnya penguasa Raja Fir'aun.
"Mengingat Asyura, mengenang bagaimana orang-orang sombong, gagah perkasa ketika hidup," bebernya.
Ustadz Abdul Somad pun mengutarakan kisah dari Nabi Musa AS dan Raja Fir'aun.
"Anak lelaki dia sembelih hidup-hidup dan anak perempuan dia biarkan hidup. Karena bagi dia (red: Raja Fir'aun), anak lelaki itu ancaman," tegasnya.
Waktu Mengerjakannya
Ustadz Abdul Somad mengatakan, waktu terbaik untuk puasa pada bulan Muharram adalah tiga hari.
Puasa di bulan Muharram dikerjakan mulai dari tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
Namun jika tidak bisa tiga hari, bisa melaksanakan dua hari.
Rasulullah Nabi Muhammad menegaskan, Puasa di tanggal 10 Muharram adalah Puasa Asyura yang dilakukan oleh Nabi Musa setelah Firaun ditelan oleh laut.
Bani Israil kemudian diajak berpuasa atas terbebasnya mereka.
"Nabi Muhammad SAW mengikuti syariat Nabi Musa, yakni melaksanakan Puasa sunnah pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram," tutur Ustaz Abdul Somad
"Sebagai umatnya, kita wajib mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW. Perlu digaris bawahi, bukan mengikuti syariat Nabi Musa, namun Nabi Muhammad. Segala apa yang dikerjakan Rasulullah, kita tiru," ucapnya.
Jadwal Puasa Asyura dan Tasua
Berikut jadwal Puasa Asyura dan Tasua di Bulan Muharram disertai penjelasan Ustaz Abdul Somad,
Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, yakni jatuh pada Minggu, 7 Agustus 2022.
Puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram dan jatuh pada Senin, 8 Agustus 2022.
BACA ARTIKEL TRIBUNJAMBI.COM DI GOOGLE NEWS
Baca juga: Keistimewaan Puasa Asyura dan Puasa Tasua, Diampuni Dosa Setahun yang Lalu
Baca juga: Jadwal Puasa Asyura dan Tasua Lengkap Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Baca juga: Bolehkah Seorang Muslim hanya Mengerjakan Puasa Asyura 10 Muharram?