Tahun Baru Islam 1444 H
Hukum Hanya Mengerjakan Puasa Tasua atau Asyura Saja, Ini Kata Ustaz Abdul Somad
Hukum hanya mengerjakan Puasa Asyura atau Tasua di Bulan Muharram? ini kata Ustaz Abdul Somad,
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Puasa Asyura ini juga untuk memperingati peristiwa yang terjadi di hari yang sama, 10 muharram.
Pada tanggal 10 muharram, Nabi Musa AS diselamatkan Allah SWT dari kejamnya penguasa Raja Fir'aun.
"Mengingat Asyura, mengenang bagaimana orang-orang sombong, gagah perkasa ketika hidup," bebernya.
Ustadz Abdul Somad pun mengutarakan kisah dari Nabi Musa AS dan Raja Fir'aun.
"Anak lelaki dia sembelih hidup-hidup dan anak perempuan dia biarkan hidup. Karena bagi dia (red: Raja Fir'aun), anak lelaki itu ancaman," tegasnya.
Waktu Mengerjakannya
Ustadz Abdul Somad mengatakan, waktu terbaik untuk puasa pada bulan Muharram adalah tiga hari.
Puasa di bulan Muharram dikerjakan mulai dari tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
Namun jika tidak bisa tiga hari, bisa melaksanakan dua hari.
Rasulullah Nabi Muhammad menegaskan, Puasa di tanggal 10 Muharram adalah Puasa Asyura yang dilakukan oleh Nabi Musa setelah Firaun ditelan oleh laut.
Bani Israil kemudian diajak berpuasa atas terbebasnya mereka.
"Nabi Muhammad SAW mengikuti syariat Nabi Musa, yakni melaksanakan Puasa sunnah pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram," tutur Ustaz Abdul Somad
"Sebagai umatnya, kita wajib mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW. Perlu digaris bawahi, bukan mengikuti syariat Nabi Musa, namun Nabi Muhammad. Segala apa yang dikerjakan Rasulullah, kita tiru," ucapnya.
Jadwal Puasa Asyura dan Tasua
Berikut jadwal Puasa Asyura dan Tasua di Bulan Muharram disertai penjelasan Ustaz Abdul Somad,