Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Kasih yang Tidak Berkesudahan
Bacaan ayat: Ratapan 3:22-23 (TB) Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Berhentikah Allah dalam mengasihi ketika mendapati umat-Nya berlaku serong hati dengan perilaku hidup yang membelakangi Allah?
Bisa jadi Allah murka dengan kebejatan umat yang tegar tengkuk dan bebal.
Sang Peratap menemukan bahwa Allah memang adil. Ia membiarkan umat dalam kehancuran sebagai bentuk hukuman yang tidak bisa ditawar.
Keadilan-Nya mengharuskan untuk menghukum dan itulah yang terjadi. Namun, berhentikah Allah dalam mengasihi?
Jawaban tegas: Tidak! Allah masih tetap mengasihi. Sang Peratap meyakini bahwa Allah itu penuh dengan kasih.
Kasih TUHAN kekal abadi, rahmat-Nya tak pernah habis, selalu baru setiap pagi sungguh, TUHAN setia sekali! Itulah Allah yang adalah kasih.
Segalanya tetap ada dibawah kendali dan kuasa Allah. Kehancuran terjadi karena Allah mengijinkan itu terjadi, dan Allah selalu mempunyai maksud dalam setiap peristiwa yang terjadi.
Jika seorang ibu dapat mengasihi sepanjang masa, terlebih lagi Allah. Ia pasti mengasihi selamanya.
Beberapa ibu memang didapati tidak lagi bisa menerima perilaku anaknya, karena terlalu menyakiti.
Namun Allah tidak demikian. Kasih-Nya baru setiap hari.
Temukan kasih-Nya dalam setiap tarikan nafas; dalam hangatnya mentari; sejuknya udara pagi; bahkan dalam kebisingan jalan raya yang padat dan macet, Allah masih menunjukkan kasih-Nya yang abadi. Percayalah. Amin
Renungan harian Kristen oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)