Ratusan Mahasiswa di Indonesia, Selusur Sungai Batanghari

Sebanyak 120 orang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia mengikuti kegiatan susur Sungai Batanghari.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Muzakkir
Sebanyak 120 orang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia mengikuti kegiatan susur Sungai Batanghari. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Sebanyak 120 orang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia mengikuti kegiatan susur Sungai Batanghari.

Kegiatan ini telah dilakukan sejak 11 hingga 22 Juni 2022. Penyusuran awal dilakukan dimuara Sungai Batanghari yaitu dari Dharmasraya Sumatera Barat hingga Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Selama diperjalanan, banyak ditemukan sejarah-sejarah peninggalan terdahulu, mulai dari Kabupaten Bungo, Tebo, Batanghari, Muaro Jambi, Kota Jambi hingga Tanjung Jabung Timur.

Ekspedisi susur Sungai Batanghari ini merupakan rangkaian kenduri Swarna Bumi. 

Kegiatan susur sungai ini juga diisi dengan kegiatan pisah sambut yang digelar di kompleks percandian Muaro Jambi. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani, Irini Dewi Wanti, Direktur Pelindungan Kebudayaan, Direktorat jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, kadis pariwisata Provinsi dan Muaro Jambi, BPCB dan berbagai tamu undangan lainnya.

Baca juga: Sungai Batanghari Keruh Dampak Debit Air Turun, Perumda: Tambah Penggunaan Tawas

Dalam sambutannya, Irini Dewi Wanti, Direktur Pelindungan Kebudayaan, Direktorat jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyebut jika kegiatan ini adalah salah satu upaya melakukan penataan terhadap kawasan cagar budaya nasional Muaro Jambi di provinsi Jambi dan tentu saja kegiatan ini sebagai kegiatan prioritas yang terintegrasi, baik pemerintah pusat dalam hal ini dirjen kebudayaan melalui direktorat direktoratnya dan juga UPT-nya BPJB Jambi serta pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah Kabupaten Muara Jambi.

"Tentunya ini adalah suatu pekerjaan besar secara nasional karena tentunya kegiatan ini bukan hanya sekedar dari aspek pemugaran fisik dari bangunan-bangunan cagar budaya di kawasan cagar budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan kebudayaan yang intensible atau katakanlah di sini kebudayaan yang non benda seperti mungkin banyaknya potensi-potensi kesenian, adat istiadat dan juga  berbagai peninggalan-penggalan warisan budaya yang bukan hanya sekedar benda," jelas Irini.

Untuk itu, dalam rangka mendukung penataan kawasan cagar budaya nasional Muara Jambi juga ikut berkontribusi dalam kegiatan ekspedisi Sungai Batanghari dan juga sekolah lapangan.

Baca juga: Jambi Darurat Sampah Plastik, Terjadi Pencemaran Mikroplastik di Sungai Batanghari

Kata Irini, peserta dalam kegiatan ini adalah mahasiswa. Kalau kegiatan ekspedisi Batanghari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sekaligus juga komunitas-komunitas yang ada di kawasan Sungai Batanghari kemudian sekolah lapangan juga diikuti oleh peserta dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi. Bedanya ketika ekspedisi Sungai Batanghari mereka mereka ini adalah tentunya yang melakukan pencatatan pendataan cagar budaya dan objek kemajuan kebudayaan di sepanjang Sungai Batanghari.

Kegiatan ini sudah dimulai sejak tanggal 12 Juli lalu dilepas di hulu Sungai Batanghari yaitu Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat dan berakhir di Tanjung Jabung Timur

"Mereka ini berkumpul di Muara Jambi Karena ini sebagai satu kawasan cagar budaya nasional," ungkapnya.

Mahasiswa-mahasiswa inilah yang nantinya juga ikut berpartisipasi di dalam penataan kawasan. Mereka akan belajar disini, mereka ini adalah generasi-generasi penerus didalam hal pelestarian cagar budaya dan objek kemajuan kebudayaan. Karena bagaimanapun di dalam pembangunan penataan kawasan cagar budaya, tetap beriringan dengan  objek kemajuan kebudayaannya yang artinya kedepannya penataan sebuah kawasan cagar budaya tidak akan mencerabut nilai-nilai budaya masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

"Peserta ini paling jauh dari Sulawesi Selatan, yang terdekat UIN dan UNJA dan perguruan tinggi nasional lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi H Abdullah Sani menyambut baik apa yang telah dilakukan ini. Menurut dia, apa yang dilakukan ini bukan semata-mata untuk Provinsi Jambi saja, namun untuk Indonesia.

"Terima kasih sudah datang ke Jambi. Ini bukan untuk Jambi saja atau Muaro Jambi saja, tapi Indonesia," kata Abdullah Sani.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News


Dia berharap apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa ini akan berdampak baik bagi sejarah-sejarah yang ada di Jambi. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved