Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Brigpol Nofriansyah Dididik Keluarga Taat Agama, Berangkat Tugas ke Papua Hanya Dibekali Alkitab

Samuel Hutabarat, ayah dari almarhum Brigpol Nofiansyah Yosua Hutabarat menyebutkan anaknya merupakan anak yang paling menurut kepada orangtua.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI/IST
Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat semasa hidup 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Samuel Hutabarat, ayah dari almarhum Brigpol Nofiansyah Yosua Hutabarat menyebutkan anaknya merupakan anak yang paling menurut kepada orangtua.

Semasa hidup, Nofiansyah Yosua Hutabarat tidak pernah mengeluh kepada kedua orangtuanya, selalu berupaya tampak bahagia.

Tidak jarang, Samuel mendapati almarhum termenung sendirian, namun saat ditemui, spontan Nofiansyah Yosua Hutabarat langsung ekspresif dan tampak bahagia, ia berlagak sedang bernyanyi sembari bersiul, saat ditanyai oleh sang ayah.

"Kalau kita lihat dia menung sendirian, kita datang dan tanya, langsung dia pura-pura bersiul dan nyanyi-nyayi, dia gak mau nunjukin kesedihannya. Selalu berupaya membuat orangtua bahagia," kata Samuel Hutabarat kepada Tribunjambi.com saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, Samuel menyebut, dari keempat anaknya, Nofriansyah sangat taat agama. Sebagai umat Nasrani, almarhum tidak pernah menolak saat dimintai memimpin doa, baik dalam acara keluarga besar dan kegiatan lainnya.

Tak ada bantahan dari Nofriansyah, saat sang ayah memintanya untuk membawakan doa.

"Cuman ini, yang kalau disuruh pimpin doa gak pernah nolak, dek pimpin doa, langsung lipat tangan dan pimpin doa," kata Samuel.

Samuel sendiri merupakan pengurus gereja (Majelis) Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di desanya, Sungai Bahara, Muaro Jambi, dan istrinya merupakan guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 074, Desa Suka Makmur, Unit 1, Sungai Bahar, Muaro Jambi.

Mereka tinggal di rumah dinas milik sekolah. Faktor ekonomi, membuat mereka belum berkesempatan untuk memiliki rumah pribadi.

Baca juga: Ibu Brigpol Nofriansyah Masih Diselimuti Duka, Terus Menangis dan Tidak Bisa Dibiarkan Sendiri

Baca juga: Sederet Kasus Polisi Tembak Polisi, Mulai dari Cemburu Hingga Bawahan Tembak Atasan

Didik dalam keluarga yang taat agama, dan ibu yang berpendidikan, membuat Samuel meyakini almarhum mempunyai pribadi yang baik.

Bahkan, saat berangkat ke Papua, Samuel hanya membekali sang anak sebuah Alkitab, sebagai pegangan selama bertugas di Papua.

"Dia baru 3 bulan jadi Polisi, sudah diberangkatkan ke Papua, saya saat itu tidak bekali uang, tapi hanya Alkitab," kata Samuel.

Saat itu, Samuel berpesan ke pada putranya tersebut, untuk selalu berdoa dan mengingat Tuhan, di mana pun berada.

"Kalau bekerja andalakan Tuhan dan Alkitab," katanya.

Menilik balik, sejak kecil Nofriansyah memang bercita-cita menjadi polisi. Kata Samuel, almarhum sangat terinspirasi menjadi aparat negara saar melihat kakeknya yang merupakan anggota militer.

Bahkan, saat kecil, Samuel harus membeli baju polisi anak-anak untuk menuruti permintaan sang anak.

"Saya harus beli seragam polisi waktu dia kecil. Dan kuasa Tuhan dia bisa jadi polisi," katanya. (Tribunjambi.com/Aryo Tondang)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ibu Brigpol Nofriansyah Masih Diselimuti Duka, Terus Menangis dan Tidak Bisa Dibiarkan Sendiri

Baca juga: Polisi Sebut Decoder CCTV di Sekitar Rumah Irjen Ferdy Sambo Disita Penyidik

Baca juga: Sederet Kasus Polisi Tembak Polisi, Mulai dari Cemburu Hingga Bawahan Tembak Atasan

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved