Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Warga Malah Tidak Tahu Ada Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo Yang Tewaskan Brigadir Yosua
Kapolri membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus penembakan antara Brigadir Yosua dan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo tersebut.
Brigadir Yosua sudah dimakamkan di Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Senin (11/7/2022).
Brigadir Yosua diketahui merupakan anggota Polri dari Jambi.
Pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo tersebut.
Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Bharada E masih berstatus sebagai saksi.
Polisi belum menemukan satu alat bukti untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka.
"Perlu kami sampaikan yang bersangkutan (Bharada E) sebagai saksi karena sampai saat ini kami belum menemukan satu alat bukti pun yang mendukung untuk meningkatkan statusnya sebagai tersangka," katanya, Selasa (12/7/2022).
Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menjelaskan, dalam insiden baku tembak di rumah dines Irjen Ferdy Sambo, pihaknya telah memeriksa sebanyak empat saksi.
Keempat saksi tersebut di antaranya Bharada E, R, K, dan istri dari Irjen Ferdy Sambo.

"Kami saat ini sudah menyelesaikan pemeriksaan terhadap empat saksi dan dua lagi saksi sedang proses kami lakukan permintaan keterangan. Saat ini kami belum berani menyampaikan itu selesai sebelum yang bersangkutan menandatangani berita acara pemeriksaan," kata Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.
Bentuk Tim Khusus
Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan sudah membentuk tim khusus.
Ttim khusus yang dibentuk pihaknya akan melakukan pengusutan secara mendalam terkait kasus tersebut.
"Saya kira kalau terkait hal seperti itu (CCTV rusak), tentunya nanti terkait dengan kaitannya dengan kasus. Tentunya tim gabungan yang akan memberikan masukan," kata Listyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/7/2022).
Jenderal Listyo Sigit Prabowo bilang, pentingnya CCTV untuk pengamanan khususnya untuk para anggota Polri.
Menurut Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dari insiden baku tembak, tim khusus yang dibentuk akan bekerja dengan baik dan mempertanggungjawabkan fakta-fakta yang didapat.