Berita Kota Jambi

Jelang Idul Adha 2022, PMK Tidak Pengaruhi Penjual Ternak Kambing di Kota Jambi

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa daerah mempengaruhi penjualan ternak sapi, tapi berbeda cerita dengan pedagang ternak kambing di Kota Jambi.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/FITRI AMALIA
Jelang Idul Adha 2022, PMK Tidak Pengaruhi Penjual Ternak Kambing di Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa daerah mempengaruhi penjualan ternak sapi, tapi berbeda cerita dengan pedagang ternak kambing di Kota Jambi.

Salasatunya tempat menjual hewan kurban yang cukup dikenal masyarakat Jambi yakni H. Mat Beken. Tempat ini khusus menjual ternak kambing di Kota Jambi sejak 1985.

Penjual ternak Kambing H. Mat Beken berada di kawasan Jl Brigjen Katamso, No 127, Kecamatan Jambi Timur, Kelurahan Tanjung Pinang.

Meski H. Mat Beken telah tutup usia, usaha tersebut masih tetap dijalankan oleh sang anak yang bernama Putra, dibantu saudara-saudaranya.

Putra mengatakan untuk hari raya kurban tahun ini H. Mat Beken telah menyiapkan 350-400 ekor. Sejak dua Minggu lalu dia dan tim telah mengangsur mempersiapkan stok ternak kambing untuk hari Raya Idul Adha 2022.

"Kalo sekarang stoknya sekitar 150 ekor, Minggu depan nambah sekitar 200 ekor perkiraan semua totalnya ternak kambing yang dipersiapkan 350-400 ekor kambing untuk hari Raya Idul Adha," ujar Putra, saat ditemui Tribunjambi.com di lokasi usaha, Minggu (3/7/2022)

Stok ternak kambing yang tersedia di H. Mat Beken didatangkan dari Provinsi Lampung.

Walaupun saat ini pandemi PMK mewabah, hal tersebut tidak mempengaruhi usaha penjualan ternak kambing H. Mat Beken. Putra mengatakan penjualan ternak kambing normal.

Hasil cek kesehatan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi juga menunjukkan tidak ada ternak kambing yang terjangkit PMK.

"Alhamdulillah kalau kambing belum pernah terjangkit, sampai sekarang sehat-sehat saja, dari dinas peternakan telah mengecek kesehatan semua ternak, Alhamdulillah sampai sekarang belum ada ditemukan penyakit yang disebut PMK untuk kambing, kalo sapi kan udah ada," sebutnya.

Walaupun kasus PMK pada ternak kambing di kota Jambi belum ditemukan, tapi dia tetap berjaga-jaga dan mengambil langkah antisipasi.

Setiap ternak kambing yang baru tiba akan disemprotkan desinfektan sebelum dikandangkan. Setelahnya kambing yamg baru masuk kandangnya akan dipisahkan dari kambing yang lama. Setelah dicek dan dinyatakan sehat dari dinas peternakan Putra baru bersedia menjual kambingnya.

Untuk penjualan ternak kambing normal seperti biasa, tidak ada pengaruh dengan penyakit PMK.

"Covid tahun lalu menurun (penjualan) kalo PMK gak ada, normal kayak biasa," kata Putra.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved